Petugas Berhasil Tangkap Terpidana Kasus Pembunuhan Yang Kabur Dari Lapas Porong.

Sidoarjo - Jidi bin Sanari (51), narapidana kasus pembunuhan yang kabur dari Lapas Kelas l Surabaya di Porong, berhasil ditangkap petugas Lapas Porong yang bekerjasama dengan Polres Sampang di rumah isteri barunya di Sampang. 

Usai ditangkap dan penyerahan dari aparat kepolisian setempat, Jidi lansung dibawa ke Lapas Porong dan dijebloskan ke dalam sel isolasi. 

Selain bakal menjalani hukuman di sel sunyi, narapidana asal Camplong, Sampang, Madura itu juga terancam tidak bisa mendapat remisi dan tidak boleh dikunjungi keluarga.

"Jidi dimasukkan sel isolasi. Kalau sudah tenang, akan langsung diproses. Atas perbuatan yang dilakukan, jelas ada sanksi-sanksi tegas," kata Kalapas Kelas I Surabaya di Porong Pargiyono Jumat (20/7/2018) malam.

Pargiono menambahkan, proses pemeriksaan untuk memastikan sebab-sebab dan semua hal terkait pelariannya, nanti akan dilakukan. "Apapun motifnya, itu pelanggaran berat. Dan tentu sanksinya juga berat," tegasnya.

Pargiono sangat menyayangkan kenekatan Jidi lari dari lapas. Sebab, sebelumnya narapidana ini berprilaku baik dan selalu mendapat remisi. Bahkan dia dipercaya sebagai petugas kebersihan luar karena prilakunya yang baik itu.

"Sekarang, remisi tak lagi bisa didapat. Apalagi sebentar lagi agustusan. Jelas dia tidak bisa mendapat remisi tahunan tersebut," papar dia.

Jidi ditangkap di Sampang berkat bantuan Polres setempat. Jidi sudah tercium beberapa setiap malam berkunjung ke rumah isteri barunya di Desa Benje Tabulu, Sampang. Ketika digerebek petugas, Jidi sempat bersembunyi di bawah kasur.

Jidi merupakan narapidana kasus pembunuhan yang divonis hukuman penjara selama 13 tahun dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tahun 2013 silam. 

Narapidana yang masa hukumannya masih kurang sekitar 6,5 tahun itu diketahui menghilang dari Lapas Porong sejak Sabtu (23/6/2018) siang, ketika kunjungan di Lapas sedang sangat banyak di sisa libur Lebaran.

Tiga bulan terakhir, Jidi sedang menjalani masa asimilasi sebagai petugas kebersihan bagian luar, alias menjadi tamping. Dengan posisi itu, dia dikeluarkan dari ruang tahanannya sejak pukul 07.30 WIB sampai pukul 12.00 WIB, untuk menjalankan tugasnya bersih-bersih halaman.(Khol.Ben)
Share on Google Plus

About pojokjatim

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment