Connect with us

Hukum Kriminal

Banyak Dugaan Kasus Korupsi di Trenggalek Tak Ditangani, Ada Apa dengan Kajari Lulus Mustofa?

Published

on

POJOKJATIM.NET- Tidak adanya terobosan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Trenggalek, memantik kalangan aktvis mengkritisi kinerja Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, Lulus Mustofa. Menurut Koordinator Forum Komunikasi Ormas dan LSM Kabupaten Trenggalek, Imam Bahrudin, Kajari Mustofa gagal dalam penanganan tindak pidana korupsi. Sebab selama ini masih sebatas pada kasus tindak pidana korupsi hasil warisan Kajari sebelumnya.

“Selama ini Kajari Trenggalek Lulus Mustofa belum pernah mendapatkan satu kasus pun tindak pidana korupsi baru di tanganinya, selain kasus perkara korupsi penyertaan modal PDAU periode (2007-2010) itu pun merupakan kasus peninggalan dari Kajari Trenggalek sebelumnya,” kata Imam dihubungi Rabu (29/1/2020).

Padahal, lanjut dia, kalau Kajari mau serius bekerja tentu tidak akan sulit untuk bisa menguak adanya dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat publik, baik dari pihak politisi maupun pegawai negeri. Salah satu contoh yang bisa dapat diketahui publik adalah dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini, begitu banyak temuan kasus proyek bermasalah, baik proyek pusat (APBN )dan maupuan proyek daerah (APBD). “Kondisi fisiknya dijumpai sudah dalam kondisi rusak, bahkan ada yang bangunannya sudah dalam posisi ambrol serta sudah roboh walau baru saja dikerjakan dan diserahkan kepada pihak tim PHO oleh pihak rekanan yang mengerjakannya,”papar dia.

Oleh sebab itu, masih kata Imam, hasil temuan serta pengamatan yang dilakukan oleh sebagian Ormas dan LSM setempat dijadikan alasan untuk meminta kepada Jaksa Agung guna segera mencopot Kajari Trenggalek atau dipindah tugaskan di wilayah lain. “Kita berharap Kajari Trenggalek, Lulus Mustofa dipindah tugaskan dari Trenggalek, karena telah gagal menangani tindak pidana korupsi karena terkesan ada pembiaran,” tandas Imam Bahrudin.

Hal yang paling mencolok adalah dugaan kasus pidana korupsi dan sempat ramai diperbincangkan di masyarakat sebulan terakhir ini, yakni kasus yang diduga kuat dilakukan oleh salah satu oknum anggota DPRD Trenggalek periode 2019 – 2024 . Meskipun sempat ramai menjadi perbincangan, akan tetapi terkait kasus bantuan hibah dari APBD Provinsi Jawa Timur yang diberikan kepada Koperasi Karya Bahari di desa Watulimo pada akhirnya senyap ibarat ditiup angin.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, saat berita ini dirlis belum bisa untuk dikonfirmasi, karen sulit untuk bisa ditemui oleh awak media. (gn)

Berbagi Info