Connect with us

Headline

Buntut 1 Pengunjung Tewas, Diskotek Pentagon Terancam Ditutup, Polisi dan Satpol PP Turun Tangan

Published

on

POJOKJATIM.NET- Belum terungkapnya pelaku pengeroyokan terhadap empat pemuda Maluku hingga menyebabkan satu diantaranya tewas di Diskotek Pentagon, Jl Tegalsari, Surabaya, membuat rekan-rekan korban marah. Mereka yang tergabung Maluku Satu Rasa (M1R) mendesak agar tempat hiburan yang lokasinya berdekatan dengan Polsek Tegalsari itu ditutup. Mereka juga menuntut agar pelaku pengeroyokan ditangkap.

David, ketua M1R mengatakan dalam pertemuan yang  diterima oleh Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Agus Sudaryatno, Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kasat Intel, Wakapolsek Tegalsari dan Kanit Reskrim Polsek Tegalsari tersebut, ia menyampaikan beberapa point diantaranya menutup sementara operasional Diskotek Pentagon Surabaya selama pelaku belum tertangkap.

Rekan-rekan korban saat mendatangi Diskotek Pentagon, Tegalsari, Surabaya

“Kami tadi sudah ditemui oleh wakapolrestabes Surabaya. Kami berdiskusi dan menuntut proses penyelidikan terhadap pengeroyokan adik kami sampai meninggal dunia agar segera ditangani. Selain itu juga, massa ini meminta penutupan operasional Pentagon juga diamini oleh polisi. Tapi hanya sampai batas waktu proses penyelidikan dan penyidikan berlangsung karena segala macam perijinan ada di pemerintah kota,” kata David Sinay, Ketua Maluku Satu Rasa saat dihubungi Selasa (11/2/2020).

Lebih lanjut, David menyampaikan akan menunggu proses penyelidikan dan mengawal kasus tersebut sampai tuntas dan jelas siapa pelakunya. “Kami hormati proses hukuk yang berjalan. Tadi pak wakapolrestabes Surabaya juga sudah sampaikan kalau saat ini penyidik polsek Tegalsari terus berupaya mengumpulkan bukti dan menyelidiki pelakunya. Hanya saja ada satu korban dari pihak kami bernama Bagas yang masih belum dapat dimintai keterangan. Nanti kami akan cari dan antarkan ke penyidik untuk diperiksa. Kami akan terus kawal kasus ini sampai tuntas,”tandasnya.

Sementara itu, Polrestabes Surabaya memastikan proses penanganan kasus pengeroyokan empat pemuda tersebut akan dilakukan secara profesional.

Hal tersebut disampaikan Kapolrestabes Surabaya melalui Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya, AKP M Akhyar. “Saat ini tim dari unit reskrim Polsek Tegalsari dan Satreskrim Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, termasuk memeriksa saksi-saksi untuk mengidentifikasi para pelakunya,”beber Akhyar.

Polisi juga akan bersikap terbuka terkait perkembangan kasus yang membuat satu korbannya itu meninggal dunia usai mengalami koma selama empat hari. “Kalau ada perkembangan lanjut kami pasti akan sampaikan,” tambahnya.

Terpisah, Kasatpol PP Kota Surabaya, saat dihubungi melalui pesan Whastapp terkait seringnya terjadi tawuran di diskotek Pentagon hingga adanya korban meninggal, ia mengatakan akan melakukan pengecekan dengan Tim RHU (rumah hiburan umum). “Masih kami cek, kami akan cek dulu bersama Tim RHU,” kata Irvan singkat.  (jm)

Berbagi Info