Connect with us

Hukum Kriminal

Curi Listrik PLN, Dihukum Denda Rp 2 Miliar!

Published

on

POJOKJATIM.NET-  Perusahaan produsen sendok dan garpu, PT Cahaya Citra Alumindo yang terletak di kawasan Damar Industri Margomulyo Surabaya, akhirnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman pidana denda sebesar Rp2 miliar oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (13/2/2020). Koorporasi ini dinyatakan bersalah atas perkara pencurian listrik tegangan tinggi milik negara.

Sidang perkara pencurian listrik di PN Surabaya

Dalam amar putusannya, koorporasi yang diwakili oleh Direktur Utama, Michael dihukum membayar denda sebesar Rp2 milliar dan apabila tidak dibayar sejak putusan pengadilan dinyatakan inkracht, maka Kejaksaan dapat menyita harta benda yang dimiliki perusahaan. Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan yang dijatuhkan tim jaksa Kejari Tanjung Perak.

“Denda dibayar setelah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap dan apabila tidak dibayar maka Kejaksaan dapat menyita harta bendanya,” ujar Ketua majelis hakim Anne Rusiana saat membacakan amar putusannya diruang sidang Garuda 2 PN Surabaya.

Atas putusan tersebut kuasa hukum PT Cahaya Citra Alumindo, Rudolf Ferdinand Purba mengaku akan menempuh upaya hukum. “Hari ini juga kami akan menyatakan banding,” katanya saat dikonfirmasi wartawan usai persidangan.

Diungkapkan Rudolf, Kliennya tidak pernah melakukan pencurian listrik. Ia menyebut klieny tidak pernah merusak maupun membongkar meter listrik. Ia menilai kesalahan disebabkan oleh pihak PLN sendiri.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Zulfikar mengaku masih menyatakan pikir-pikir. “Kami masih laporkan dulu putusan ini ke pimpinan. Sementara masih pikir pikir dulu,” pungkasnya.

Diketahui, perkara kejahatan korporasi pencurian listrik ini disidik oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya .

Perkara pencurian listrik tegangan tinggi ini dilakukan PT Cahaya Citra Alumindo sejak 3 Juni hingga 14 Oktober 2016. Modusnya, dengan menggunakan alat tenaga listrik untuk memanipulasi pengukuran listrik yang dijual ke UD Cipta Karya, yang mengakibatkan PT PLN (Persero) mengalami kerugian sebesar Rp 13 miliar.

Perusahaan yang berlokasi di Damar Industri  B 37-39 Margomulyo, Surabaya ini disangkakan melanggar pasal 51 ayat (3) juncto Pasal 55 UU RI huruf a UU RI No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. (str2)

Berbagi Info
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *