Connect with us

Headline

Dapat Mobil dari MeMiles, Penyanyi Ello: Saya Juga Korban

Published

on

POJOKJATIM.NET- Diperiksa sekitar delapan jam dan dicecar 45 pertanyaan oleh penyidik Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim ,penyanyi Marcello Tahitoe (MT) alias Ello mengaku mendapat reword berupa mobil sedang dari PT Kam and Kam. Belakangan diketahui, perusahaan yang mengelola dana masyarakat melalui aplikasi MeMiles ini ternyata dinyatakan ilegal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan ini pun diduga merugikan nasabah hingga Rp 750 miliar. Ello pun mengaku menjadi korban. Lho kok?

Penyanyi Marcello Tahitoe alias Elo diperiksa penyidik Polda Jatim

Selasa (14/1/2020) malam, sekitar pukul 18.15 WIB, Marcello Tahitoe, keluar dari ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Jatim. Dia keluar dengan didampingi kuasa hukumnya, Djaswin Damanik, SH. Pelantun lagu “Pergi Untuk Kembali” itu diperiksa delapan jam sejak sekitar pukul 10.00 WIB.

Elo mengaku dirinya diperiksa sebagai saksi. Publik figur satu ini saat diperiksa penyidik Indagsi mengaku memberikan keterangan apa yang jadi kebutuhan penyidik. “Saya tadi ditanya seputar Memiles, masih saksi, member dan top up. Juga dapat reward secara prosedur,” ungkapnya.

Reward yang diberikan PT Kam n Kam kepada elo berupa mobil sedan. “Nanti dikembalikan,” imbuh Elo yang pernah terjerat kasus narkoba ini.

Elo mengaku kaget ketika Polda Jatim melakukan rilis terhadap investasi Me miles. “Saya di sini juga korban, dan nama saya juga disebut merasa terseret dan cukup mengganggu,” terangnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Trunoyudho Wisnu Andhiko menyebut Elo tadi dicerca penyidik sekitar 45 pertanyaan seputar aplikasi Memiles. “Dari sini penyidik akan lakukan analisa dan gelar perkara terhadap kasus ini,” terang dia.

Polda Jatim menetapkan empat tersangka terkait investasi abal-abal tersebut. Yakni Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member, dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.

Melalui investasi ilegal ini, para tersangka berhasil merekrut sebanyak 264.000 member. Dalam jangka waktu 8 bulan, bisnis ini mampu meraup omset sebesar Rp750 miliar. Padahal MeMiles diketahui tak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti uang sekitar Rp122,3 miliar, 18 unit mobil, dua unit sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Tersangka dijerat Pasal 160 jo 24 ayat 1 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pasal 46 ayat 1 UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. (jm)

Berbagi Info