Connect with us

Headline

Dibongkar, Investasi Bodong Rp 750 Miliar di Jatim, Modusnya Pakai Aplikasi MeMiles

Published

on

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan merilis pengungkapan kasus dugaan investasi ilegal

POJOKJATIM.NET- Sindikat kejahatan investasi ilegal dengan entitas PT Kam and Kam (MeMiles) dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur. Selama 8 bulan beroperasi perusahaan yang dikendalikan dua tersangka, yakni KT (47 tahun) warga Kelapa Gading, Jakarta Utara dan FS (52 tahun) warga Tambora, Jakarta Barat, itu berhasil mengumpulkan 264 ribu member dan meraup uang hingga Rp 750 miliar.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan kegiatan usaha yang dilakukan MeMiles itu illegal, karena tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun perbankan. Perusahaan yang bergerak di bidang periklanan online itu, mengajak orang ikut dalam bisnis mereka dengan menjanjikan penghasilan yang besar.

Modusnya, peserta diminta mendownload aplikasi MeMiles. Kemudian melakukan top up mulai dari Rp50ribu sampai Rp200 juta. Setiap member yang berhasil merekrut member baru, akan mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan.

Bonus itu didapat dari uang top up member yang belakangan masuk. Bonus yang ditawarkan pun menggiurkan dan tidak sedikit masyarakat tertarik. Mulai dari mobil, motor, HP, dan lainnya.  Ternyata ada warga  merasa jadi korban investasi. Selanjutnya, polisi bergerak melakukan penyelidikan. Ternyata hasil cybercrime dan Otoritas Jasa Keuangan, perusahaan ini tak memiliki ijin.

Polisi kemudian menangkap KTM sebagai Direktur Utama dan FS sebagai orang kepercayaannya. Ternyata, tersangka KTM ini pernah terlibat kasus penipuan investasi pada 2015 di Polda Metro Jaya. Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa 18 unit mobil berbagai jenis, 2 unit sepeda motor, barang-barang bonus (reward), rekening koran dan data pembelian reward, dan uang sebanyak Rp50 miliar (pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu).

Kini dua tersangka telah ditahan dan dikenakan Pasal 106 jo 24 ayat 1 dan atau Pasal 105 jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 46 ayat 1 dan ayat 2 jo Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. (jm)

Berbagi Info
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *