Connect with us

Uncategorized

Diduga Bermasalah, Proyek Pembangunan Waterboom Mangkrak

Published

on

tidak ada aktivitas di proyek pembangunan Waterboom
Magetan – Proyek yang disinyalir untuk pembangunan
tempat wisata waterboom dan wahana pemancingan di Kelurahan Mangge,
Kecamatan Barat, Magetan Jawa Timur saat ini masih mangkrak. Kelanjutan
Mega proyek tersebut sampai saat ini belum ada kejelasan. 
Ketika
kami comfrimasi ke lingkungan warga sekitar, warga pun ikut mengeluh
kan keberada an mega proyek tersebut. Karena menurut warga pihak
perusaha an yg di maksud tidak ada sosialisasi sama sekali. Justru warga
merasa pihak mereka terkesan arogansi. Apa lagi ada sebuah bangunan
warga yg di bangun swadaya oleh warga setempat berupa sebuah pos
keamanan lingkungan diroboh kan oleh mereka secara sepihak tanpa ada
komunikasi sebelum nya. 
Joko
Wahono Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(DMPTSP) Pemerintah Kabulaten (Pemkab) Magetan kepada media ini berjanji
bahwa pihaknya akan melakukan kroscek di lapangan. 
“Coba nanti saya cek dulu di lokasi proyek tersebut,” kata Joko Wahono di Magetan, Jum’at (21/9/2018).
 
Dia menambahkan, sebelum perizinan keluar, semestinya dilarang melakukan kegiatan pembangunan. 
Di
lain pihak, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab
Magetan melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA),Yuli K
Iswahyudi mengakui jika pihaknya sudah melihat lokasi proyek tersebut
dan telah berkoordinasi dengan pihak yang berkomitmen dalam proyek
tersebut. 
“Pihak DPUPR
sudah pernah sidak di proyek tersebut dan melakukan koordinasi dengan
pihak pengairan pusat dan pengairan provinsi,” Jelas dia. 
Sementara itu Kepala Dinas Dinas PUPR Pemkab Magetan, Ir, Hergunadi menegaskan jika proyek tersebut bukan milik Pemkab Magetan. 
“Proyek tersebut bukan milik Pemkab Magetan,” singkatnya.
 
Problematika
terkait permasalahan proyek waterboom yang mangkrak ini juga mendapat
perhatian dari beberapa elemen masyarakat di Kabupaten Magetan, salah
satunya adalah Ridho Nurwahab, seorang aktivis senior di daerah
tersebut. Dia menuturkan jika pernah kroscek di lokasi proyek tersebut,
namun melihat kondisinya, dia tidak mengira jika proyek tersebut adalah
proyek wahana wisata waterboom.
 
“Saat
melihat di lokasi proyek, tidak terlihat seperti proyek wahana wisata
Waterboom, kesannya malah seperti galian tipe C, karena kondisinya
seperti sudah di reklamasi,” jelas Ridho Nurwahab. 
Ridho
Nurwahab juga mempertanyakan bekas galian yang menurut informasi dari
masyarakat sekitar, oleh pelaksana proyek dibuang ke sungai yang
merupakan milik Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. 
Bukan hanya itu, dia juga mempertanyakan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) dari proyek tersebut. 
“Amdal
dibutuhkan sebagai kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha
kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi
proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau
kegiatan,” ucap dia. 
Karena
semua tahu, lanjut Ridho, bahwa proses pembangunan di gunakan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi, sosial maupun
budaya. 
“Terkait Amdal pada proyek ini, dimana peran dan fungai Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Magetan,” ujarnya. 
Ridho
Nurwahab berjanji akan segera melakukan koordinasi permasalahan proyek
teraebut dengan Aparat Penegak Hukum (APH) yang ada di magetan. 
“Kita
akan koordinasikan permasalahan mangkraknya proyek ini dengan
pihak-pihak yang berkompeten dalam penegakan hukum di wilayah Kabupaten
Magetan,”pungkasnya. 
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pihak dari pemilik proyek waterboom ini yang bisa dikonfirmasi. (Chrissie)

Berbagi Info