Connect with us

Mataraman

Diduga Caplok Tanah Aset Desa, Pengusaha Tambang Dipolisikan Kades Ngentrong

Published

on

Lokasi tanah aset desa yang akan digunakan makan

Trenggalek- Pemilik penambangan galian C ( Pertambangan Operasi Produksi ), Suwito (55) warga Desa Buluagung, pemilik penambangan yang berada diwilayah desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek harus berurusan dengan pihak kepolisian Trenggalek dan terancam kasus pidana.

Pasalnya pengusaha yang memiliki injin wilyah Penambangan Operasi Produksi di desa Ngentrong, telah dilaporkan kepada Polres Trenggalek oleh Kepala Desa Ngentrong Kecamatan Karangan Nurhadi Sofyan, Senin (6/1/20) sikira pukul 13.15 ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) karena dianggap melakukan penyerobotan Tanah Aset Desa yang difungsikan sebagai lokasi pemakaman dan lokasi tersebut habis ditambang oleh Suwito.

Menurut kepala Desa Ngentrong, Nurhadi Sofyan, penyerobotan Tanah Aset Desa oleh Suwito, dilakukan dengan sengaja serta tanpa ada pemberitahuan kepada pihak pemerintahan desa. Bahkan pihaknya mengetahui ada penyerobotan Tanah Aset Desa ini, begitu ada informasi dari perangkat desa, sayangnya informasi itu disampaikan disaat kondisi Tanah Aset Desa yang difungsikan sebagai lokasi pemakaman umum seluas tiga petak dalam kondisi sudah habis ditambang oleh Suwito, “ Ungkap Kades Ngetrong kepada awak media.

Karena merasa dirugikan secara meteriil maka, pihaknya melaporkan  ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT ), Polres Trenggalek, yang dtuangkan dalam surat laporan Pemerintah Desa Ngentrong , Nomor 141/02/406.06.2008/2020 perihal Laporan Perusakan fasilitas Umum dan Penyerobotan Tanah Aset Desa.
Selain melaporkan penyerobotan Tanah Aset Desa oleh Suwito, Kepala Desa Ngentrong  juga melaporkan rusaknya jalan makadam yang berada disekitar lokas penambangan akibat dijadikan akses mobilisasi kendaraan penambangan. Masalahnya jalan makadam ini adalah jalan desa yang dibangun dari anggaran Dana Desa sebesar Rp. 39.750.000. “ Selama ini pengusaha pertambangan hanya memberikan janji-janji saja katanya mau membenahi jalan yang rusak, namun janji itu tidak pernah direalisasikan sampai saat ini. Secara pribadi kami sangat berharap kasus ini bisa mendapat perhatian  Bapak Kapolres Trenggalek. Untuk segera mengusut penyerobotan Tanah Aset Desa yang dilakukan oleh Suwito, “ Tambahnya, penuh harap.

Sementara itu terkait kasus penyerobotan Tanah Aset Desa Ngentrong, yang dilakukan pengusaha petambangan galian C, Suwito  disikapi serius Ketua DPW II LGMI Kabupaten Trenggalek, Imam Bahrudin. Terkait masalah ini berharap pihak kepolisian untuk bener – bener bisa serius menanganinya dan jangan sampai lolos dari jerat hukum. Untuk kasusu penyerobotan Tanah Aset Desa yang dilakukan oleh pengusaha pertambangan Suwito, Imam Bahrudin memohon pihak kepolisian bisa menjerat yang bersangkutan dengan Pasal 385 ayat (1) KUHP,” jika seseorang dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang laindengan melawan hak (secara tidak sah) menjual, menukar, atau menjadikan tanggungan utang hak orang lain untuk memakai tanah negara, maka dapat dihukum penjara selama 4 (empat ) tahun penjara, seperti yang saya kutip dari KUHP,  yang jelas kasus ini akan kita kawal sampai ada proses hukum “ . Kata, Imam Bahrudin saat ditemui Pojokjatim.Net, disekretariat LGMI Trenggalek. (gn).

Berbagi Info
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *