Connect with us

Headline

Diskotek Pentagon Diserbu Ratusan Massa, Dipicu Rekannya Tewas Dikeroyok

Published

on

POJOKJATIM.NET– Ratusan masa Maluku Satu Rasa (M1R) menggeruduk Diskotek Pentagon, di Jalan Tegalsari Surabaya, Selasa (11/2/2020) sore.  Aksi masa ini adalah buntut dari penganiayaan yang dilakukan terhadap 4 warga asal Maluku yang mengakibatkan satu diantaranya tewas.

Ratusan masa Maluku Satu Rasa (M1R) menggeruduk Diskotek Pentagon, Jalan Tegalsari Surabaya, Selasa (11/2/2020) sore

Ketua M1R, David mengatakan jika para kedatangan ratusan anggota M1R ini bertujuan untuk menabur bunga didepan Diskotek Pentagon sebelum memakamkan jenazah Glenn Puttiray yang tewas akibat dianiaya didepan Pentagon pada Jumat lalu. Hal tersebut, dilakukan lantaran kekecewaan anggota M1R atas lemahnya pengamanan di diskotek tersebut. “Sebelum dimakamkan di Kembang Kuning, kami ingin menabur bunga di pentagon mas. ini kami hendak berangkat dari rumah duka,” kata David, Selasa (11/02/2020).

Dari pantauan di lapangan, dengan dikawal mobil patroli, ratusan masa mengantar jenazah Glenn untuk dimakamkan di Kembang Kuning, Surabaya. Begitu melintas didepan Diskotek Pentagon, massa berhenti dan memarkir kendaraannya ditengah jalan.

Meski mendapat penjagaan dari puluhan petugas polisi, banyaknya masa tersebut, membuat polisi kewalahan saat para anggota M1R mendobrak pagar diskotek tersebut. Sambil berteriak, mereka mendobrak pagar hingga roboh. “Bakar Pentagon, hancurkan pentagon,” teriak salah satu aksi masa membakar semangat masa lainnya.

Setelah berhasil mendobrak masuk, masa pun melempar beberapa bunga kematian dan air selokan. Meski anggota polisi dan beberapa tokoh M1R mencoba menghentikan amarah masa, suasana semakin mencekam ketika beberapa masa melempar kaca dengan batu dan tongkat besi hingga mengakibatkan kaca depan diskotek tersebut pecah.

Setelah beberapa anggota polisi dan tokoh M1R meredam amarah masa, ratusa masa akhirnya meninggalkan Pentagon dan melanjutkan ke Pemakaman Kembang Kuning untuk mengantar jenazah Glenn.

Setelah kerusuhan tersebut, tampak petugas Inafis Polretabes Surabaya melakukan olah TKP. Namun polisi masih belum bisa memberikan tanggapan apapun terkait kejadian tersebut. “Nanti Kapolrestabes Surabaya saja ya mas. Saya ndak punya wewenang. Yang jelas ini ada pengerusakan, kami jalankan sesuai SOP, tapi tindakan selanjutnya kami tunggu perintah Kapolrestabes,” kata perwira yang enggan namanya disebut. (jm)

Berbagi Info