Connect with us

Headline

DPRD Panggil Bos Darmo Park

Published

on

POJOKJATIM.NET- Banjir parah di kawasan Jl Mayjen Sungkono dan sekitarnya, Rabu (15/1) lalu, membuat Komisi C DPRD Surabaya geregetan. Pasalnya, jauh-jauh hari Komisi C sudah memperingatkan Dinas Pematusan Umum (PU) Bina Marga dan Pematuan untuk menyelesaikan pembangunan box culvert di sana. Pengembang Darmo Park juga tak lepas dari sorotan Komisi C. Rabu (22/1) besok, komisi pimpinan politisi PDIP Baktiono ini memanggil Dinas PU dan pemilik Ruko Darmo Park.

Banjir parah di Surabaya, 15 Januari 2020

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono mengatakan permasalahan banjir di Mayjen Sungkono sudah diperingatkan sejak 2019, tepatnya tiga bulan lalu terkait pembangunan box culvert belum tuntas. Bahkan, terdapat tembok hotel bintang 5 yang ambruk sehingga menimbulkan kemacetan dan penghambatan di area pembangunan. Pun terdapat garis police line di depan TVRI yang menunda pengerjaan pemasangan box culvert. 

“Kami mebgharapkan  agar police line segera dikoordinasikan dengan pihak kepolisian agar box culvert disana bisa dipasang, kalau tidak maka akan menimbulkan macet dan kalau hujan deras air tidak lewat saluran selokan, lewatnya di jalan raya. Ternyata apa yang kami sampaikan itu benar,” jelas Baktiono, Selasa (21/1/2020). 

Banjir di Darmo Park, 15 Januari 2020.

Penyebab dari banjir di wilayah Mayjen Sungkono, Baktiono mengungkapkan bukan karena pompa. Pasalnya, Komisi C sudah melakukan pengecekan di 58 rumah pompa. “Kami random pompa semua siap, penjaga bergantian sift 24 jam baik kemarau hujan mereka senantiasa stand by. Pompa listrik kami cek nyala, genset juga nyala, solar full tank semua,” katanya. 

Selain itu, dalam hal pengendalian baniir, ia menyampaikan, pompa, penjaga pompa, genset, listrik di Surabaya sudah siap. Namun terdapat persoalan yang sangat krusial, lanjut Baktiono. Bahkan titik-titik banjir yang luar biasa, seperti di Mayjen Sungkono perlu mendapat perhatian khusus dari Dinas PU. 

“Komisi C sudah sidak kesana dan memperingatkan dan warning masyarakat harus segera ditindaklanjuti dalam proses pembangunan. Kalau tidak akibatnya kita tahu sendiri dan yang jadi korban masyarakat Surabaya,” urai dia. 

Baktiono mengatakan, Rabu (22/1) besok Komisi C akan mengundang Dinas PU dan Pemilik Darmo Park. Alasannya karena Pemkot Surabaya harus koordinasi   dengan pengembang atau pimpinan yanv ada di Darmo Park. 

Pun termasuk utilitas yang ada untuk  pelebaran box culver yang mengganggu pagar sementara akan dikoordinasikan di Komisi C. 

“Ada banyak saluran drainase yang dlalui kabel-kabel, ada yang perlu ditata kembali dan menjadi tanggung jawab bersama. Kerja sama antara pengembang di Darmo Park dan pemkot untuk kepentingan warga semua. Kalau tidan diselesaikan semua akn jadi korban semua,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga, Erna Purnawati mengatakan, di Surabaya masih ada titik genangan yang belum selesai dikerjakan. Seperti di Banyu Urip yang panjangnya 15 kilo sehingga semua masih progres. “Otomatis yang saluran yang dikonfersi dari irigrasi menjadi drainase belum selesai otomatis ada genangan di sekitaram kets areanya,” kata Erna. 

Sedangkan untuk Mayjen Sungkono yang sempat viral, dia mengatakan kadsna daerahnya cekung dari jalan 70 cm. “Dari jalan juga susah. Tapi dulu waktu kita bangun box culvert kita mau naruh box di lokasinya dia (Darmo Park), dia tidak berkenan akhirnya sampai sekarang dia seperti itu. Tapi kita juga malu diviralkan di tempatnya dia sepertinya Surabaya seperti itu,” pungkasnya. (str-1)

Berbagi Info