Connect with us

Headline

DPRD Usut Fasum YKP Rp 45 Miliar yang Diduga Dijual ke Swasta

Published

on

POJOKJATIM.NET- Komisi A DPRD Kota Surabaya melakukan sidak lokasi fasum Yayasan Kas Pembangunan (YKP) yang yang ada di perumahan Rungkut Asri Timur kelurahan Rungkut Kidul RW 10. Sidak ini untuk menelusuri adanya dugaan jual beli lahan fasum oleh pengurus YKP lama. Lahan yang dijual ke swasta itu disebut-sebut senilai Rp 45 miliar.

Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Krisna mengatakan, dari hasil sidak ditemukan bahwa saat ini lahan fasum telah dimiliki oleh PT Kharisma. “Ternyata itu memang fasum fasos di petanya, lha kenyataannya apa yang disampaikan di hearing oleh warga YKP, bahwa itu sudah ditempati PT Kharisma Daihatsu,” jelas politisi Partai Golkar ini, Senin (20/1/2020).

Komisi A saat melakukan sidak lahan di RW 10 Kelursahan Rungkut Kidul

Di lahan seluas kurang lebih 15 ribu meter persegi itu, Ayu bersama anggota Komisi A juga menemukan bahwa di lahan tersebut sedang dilakukan pembangunan menggunakan alat berat. 

Namun sayangnya pihak PT Kharisma hanya memiliki Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) dan masih belum mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Sehingga menurut Ayu pembangunan belum boleh dilakukan. “Otomatis itu kan sebenarnya nggak boleh,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni mengatakan, dari hasil sidak ditemukan telah terjadi dua kali proses jual beli fasum YKP. “Peralihan pertama antara YKP dengan PT MBB, kemudian dari PT MBB dijual ke PT Kharisma, dan disitu akan dibangun dealer showroom mobil Daihatsu,” jelasnya.

Ia bersama anggota DPRD lainnya berharap lahan fasum YKP dapat dikembalikan kepada warga mengingat saat ini pengurus YKP telah dikelola oleh Pemkot Surabaya. 

“Perumahan sedemikian besar tapi tidak punya gedung serbaguna, tidak punya balai RW, itu kan ironi, sementara warga membeli perumahan YKP dulu itu kan beserta fasilitas pendukungnya termasuk fasum dan fasosnya,” terangnya.

Oleh karenanya Komisi A akan memanggil pihak YKP, PT Kharisma, Dinas Cipta Karya, Satpol PP dan pihak terkait untuk mendengar secara lengkap tentang dugaan alih fungsi lahan ini. menerangkan, YKP diduga menjual ke PT MBB senilai Rp 3 juta per meter. Luasan tanah 15.000 m2. Sehingga, jumlah uang yang diterima YKP ditaksir sebesar Rp 45 miliar. “Uangnya dipakai apa? Kita tanyakan ke pengurus YKP sekarang yang diambil alih Pemkot,  ada nggak keuangan segitu dalam pembukuan YKP,” ujarnya. (str-1)

Berbagi Info