Connect with us

Headline

Ganja Sintetis di Apartemen Surabaya, Efek Fly Sampai Lemas

Published

on

POJOKJATIM.NET- Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim bersama Polda Metro Jaya dan Polrestabes Surabaya berhasil membongkar home industry pembuatan ganja jenis baru di kamar nomor 1006 Aparetmen High Point Jl Siwalankerto, Surabaya. Ganja ini disebut sebagai ganja sintesis, yang memiliki efek luar biasa melebihi ganja gorilla. Kok bisa?

Petugas saat menggerebek pabrik ganja di kamar lantai 10 Apartemen High Point Surabaya

Di apartemen yang dekat kampus UK Petra itu, polisi mengamankan 4 pemuda. Mereka antara lain Aris (30, Wahab (24), Bondet (30), ketiganya warga Sidoarjo. Serta Riko (18), asal Kalianak Surabaya. Selain 4 pemuda, didalam kamar juga ada 2 perempuan dibawah umur. Namun belakangan, keduanya dilepas karena tidak terbukti terlibat dalam sindikat ini. “Penggerebekan dilakukn Jumat sekitar pukul 06.00 WIB,” kata Wadiresnarkoba Polda Jatim, AKBP Nasriadi, dihubungi Sabtu (8/2/20200.

Dalam penggerebekan ini, polisi menemukan sedikitnya 5 kilogram ganja sintetis kering. Sebagian sudah dikemas siap diedarkan. Juga terdapat beberapa alat peracik, seperti timbangan digital dan sprayer yang diduga digunakan pelaku untuk meracik ganja sintetis. Penggerebekan merupakan hasil pengembangan kasus serupa yang ditangani Polda Metro Jaya, beberapa waktu lalu. Yang berhasil mengamankan 7 tersangka dan menyita 25 kilogram ganja sintetis.

Dijelaskan, ganja sintetis merupakan jenis ganja baru yang pembuatannya melalui proses kimiawi. Menggunakan bahan baku Tembakau Gayo yang dicampur dengan berbagai bahan kimia lain seperti alkohol dan essence. “Dengan cara mencampurkan beberapa bahan kimia, contohnya alkohol berkadar 98 persen. Kemudian bahan-bahan pewarna dan rasa,” terangnya.

Untuk penjualan, mereka lewat media sosial. Para tersangka ini, hanya meracik sedangkan order dari salah satu tersangka yang sekarang masuk DPO. ” Kita duga bos inj ada di dalam,”paparnya. Bos ini, lanjutnya, yang mengorder kepada pekerja untuk membuat pesanan ganja sintetis. Mereka tiap bulan mendapat gaji dari bos mereka sebesar Rp 4 juta. Dan, tiap kali kirim paketan mereka (para pekerja,red) mendapat imbalan Rp 100 ribu.

Tersangka ditangkap saat pesta sabu

Sedangkan cara meracik hingga bahan jadi dan dikirim, mereka langsung mendapat tutorial dari tersangka yang saat ini masih DPO. Untuk penyebarannya, imbuh Wadirnarkoba Polda Jatim lewat media sosial dan sudah seluruh Indonesia. ” Ini untuk kalangan atas,”paparnya. Dan jika ada yang memakai kali pertama ganja sintetis ini, halusinasi hebat dan akhirnya terkulai lemas. Dan selanjutnya, jika memakai lagi mereka sudah terbiasa. (jm)

Berbagi Info