Connect with us

Hukum Kriminal

Heboh Penyekapan di Apartemen Gunawangsa, Ini Kecurigaan Polisi

Published

on

POJOKJATIM.NET- Satreskrim Polrestabes Surabaya masih terus menyelidiki kasus penyekapan yang melibatkan developer pengembang apartemen Gunawangsa Jalan Tidar dengan salah satu pemghuninya. Seperti diketahui, penghuni apartemen tersebut menyebar video yang sempat viral dan mengaku disekap di unit apartemen yang dikelola Warna Warni Group itu. 

Apartemen Gunawangsa Jalan tidar Surbabaya

Mendapat informasi tersebur, polisi langsung ke lokasi dan membawa tiga orang yaitu seorang nenek yang berbicara di video dan putrinya serta seorang laki-laki yang diduga temannya.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, saat itu ia mendapat informasi dan langsung ke lokasi kejadian.

Sesampainya di lorong unit yang dimaksud, ia menjumpai empat orang security apartemen tersebut. “Saat kami datang ada empat security yang berjaga di lorong tersebut,” kata Sudamiran saat dikonfirmasi, Minggu (9/2/2020) malam).


Saat melihat unit tersebut, bagian kunci pintu apartemen sudah rusak. Akibatnya, ia membuka paksa pintu kamar ini dan menemukan ada tiga orang di dalamnya.  Selanjutnya, pihak kepolisian mengevakuasi orang-orang tersebut dan dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Pihaknya mengaku ada enam orang yang dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

“Enam orang tersebut diantaranya empat security ini. Kami masih lakukan penyelidikan dan kami masih mencari tahu siapa yang merusak kunci kamar ini,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, sebuah video tersebar di aplikasi grup WhatsApp (WA) pada Jumat (7/2) malam. Dalam video tersebut seorang nenek dengan dituntun anaknya yang diketahui bernama Novita Beefong mengaku menjadi korban penyekapan. Ia mengaku berada di salah satu apartemen di daerah Bubutan. Ia mengaku disekap oleh developer. 


Dalam video tersebut nenek tersebut mengaku bernama ibu Sin ini meminta tolong untuk dibebaskan. Kejadian ini bermula pada 7 Februari, pihak pengembang meminta bantuan Polsek Bubutan dan kelurahan setempat untuk pengosongan unit B-3711.  (jm)

Berbagi Info