Connect with us

Headline

Ingat, Mulai Hari Ini e-Tilang Pakai CCTV untuk Plat L dan W

Published

on

POJOKJATIM.NET- Kota Surabaya mulai menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan memanfaatkan CCTV (Closed Circuit Television) mulai hari ini, 16 Januari 2020. Awalnya e-Tilang dengan memanfaatkan CCTV tersebut akan diberlakukan mulai Selasa (14/1/2020. Namun jadwal tersebut diundur, lantaran baru dilauching hari ini. Sebelumnya sudah dilakukan ujicoba e-tilang mulai 8 Januari 2020 lalu.

Mengurus ETLE di Siola

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan mengatakan sebanyak 20 kamera CCTV sudah dipasang untuk dapat mengidentifikasi pengguna jalan yang melanggar marka jalan, melawan arus, tidak memakai helm, tidak memasang safety belt dan melanggar batas kecepatan. Namun, jumlah itu akan terus bertambah, hingga target total 753 titik traffic light di Surabaya dapat terpantau kamera CCTV. “Sementara ada 20 titik dari jumlah total 753 CCTV dan itu akan berkembang seterusnya sampai semua bisa dilakukan penindakan e-tilang. Pengenalan wajah walaupun kaca film 80 persen pun bisa,” kata Budi Indra, Kamis (16/1/2020).

Budi menjelaskan, penerapan e-tilang ini tidak langsung diberlakukan kepada seluruh plat kendaraan, namun hanya untuk plat L (Surabaya) dan W (Sidoarjo) selama dua bulan pertama. “Dua bulan pertama untuk (plat) L dan W, setelahnya seluruh plat di Jatim akan tercapture. Jika diluar itu, misalnya plat Yogyakarta, maka petugas RTMC (Regional Traffic Management Center) akan memberikan informasi kepada petugas di lapangan,” jelasnya.

Sebelumnya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan, mekanisme sistem kerja e-Tilang ini yakni dengan merekam secara otomatis pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. Seperti tidak menggunakan sabuk keselamatan, tidak menggunakan helm, berkendara sambil menggunakan ponsel, pelanggaran marka jalan, menerobos lampu merah, hingga pelanggaran batas kecepatan. Bahkan, sistem ini juga mampu merekam wajah pengemudi di dalam mobil.

“CCTV ini juga mampu merekam wajah pengendara dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Tapi tak hanya pengemudi warga Surabaya, warga luar kota pun bisa tertangkap kamera CCTV tersebut jika nantinya melanggar. Karena itu kita juga kerjasama dengan Polda Jatim,” terang Risma.

Jika pengendara terdeteksi melakukan pelanggaran, maka nopol kendaraan akan terekam dalam sistem E-Tilang. Kemudian, RTMC (Regional Traffic Management Center) Polda Jatim melakukan verifikasi jenis pelanggaran dan identifikasi kendaraan, dilanjutkan dengan pencetakan surat konfirmasi yang akan dikirim ke alamat Nopol pelanggar melalui layanan pos atau email. (can/jm)

Berbagi Info