Connect with us

Headline

Jelang Rekom PDIP Turun, WS: Warga Surabaya Kehendaki Siapa?

Published

on

POJOKJATIM.NET- Menjelang rekom Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2020, DPP PDI Perjuangan (PDIP) mengharuskan seluruh bakal calon yang sudah mendaftar melakukan sosialisasi. Whisnu Sakti Buana (WS) pun optimistis akan mendapatkan rekom dari Ketua Umum DPP PDI-P Megawati untuk maju di Pilwali Surabaya. Saat ini ia terus terjun ke masyarakat untuk sosialisasi.

Whisnu Sakti Buana

“Nanti DPP Partai akan memotret sesuai hasil survey yang ada,” ujar Whisnu Sakti Buana Bakal Calon Walikota Surabaya, Selasa (7/1/2019)

Survey telah dilakukan akhir Desember kemarin, kata Wakil Walikota Surabaya ini, sudah ditangan DPP dan keputusan juga ada di DPP. Siapa saja yang ada di daerah bisa diturunkan direkomendasi pada 10 Januari. “Kalau bicara peluang bisa tanya ke warga Surabaya, kira-kira warga Surabaya menghendaki siapa, bukan saya yang menentukan,” katanya.

Ditanya terkait optimis, ia menyatakan, selama ini sepanjang urusan politik pihaknya harus berangkat dengan optimisme. “Kalau tidak berangkat dari optimisme ya tidak usah mencalonkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama ini terus bergerak sosialisasi, karena menurut ia tugas partai sudah seperti itu. “Kita harus turun dulu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi mengaku hanya mengusulkan dua daerah yang akan diumumkan rekomendasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada HUT PDIP 10 Januari mendatang. Tapi dua daerah itu bukan termasuk rekom Pilwali Surabaya. Sayang Kusnadi enggan menyebutkan daerah mana saja yang diusulkan dalam pilkada 19 daerah serentak.
“Kenapa hanya dua yang kita usulkan, karena baru dua daerah ini yang memberikan gambaran yang bagus untuk 2020 ini. Banyak daerah-daerah yang dari PDIP ini masih sendiri belum berpasangan, gak perlu disebutkan sekarang,” ujar Kusnadi.

Pria yang menjabat ketua DPRD Jatim ini hanya menyebut daerah-daerah yang belum siap saja. Seperti Tuban, Surabaya, Banyuwangi, Trenggalek, Kabupaten Mojokerto dan lainnya. “Padahal daerah-daerah ini kader-kader PDIP semua, rata-rata mereka siap kepala daerah tapi belum siap untuk wakilnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Kusnadi mengatakan 19 daerah yang akan mengikuti pilkada ini dilakukan survei seluruhnya. Namun lembaga survei ini menyelesaikannya tidak bersamaan. “Hanya 8 daerah yang sudah menyelesaikan survei dan menyerahkan kepada kita,” katanya.

Kusnadi berharap satu bulan sebelum pendaftaran di KPU, seluruh rekomendasi ini sudah selesai. Meski demikian rekomendasi itu tergantung dari banyak faktor. “Salah satunya adalah siapa pasangannya,” ujarnya. (str-1)

Berbagi Info