Connect with us

Headline

Main Judi Usai Bobol Brankas, Sopir PT Aero Terjerat Dua Pasal

Published

on

pelaku diamankan polisi beserta barang buktinya


POJOKJATIM.NET, Surabaya – Setelah melakukan penyelidikan kurang dari satu bulan, Unit Reskrim Polsek Tegalsari berhasil meringkus pelaku pembobolan brankas kantor PT Aero Sarana Persada di Jalan Mawar No 26 Surabaya. 


Pelaku yang bernama Irfan Zakaria (38) warga Jalan Kalibokor no 54 Surabaya ini membobol brankas perusahan bengkel mobil dan motor tempatnya bekerja. 


Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendi Surya Aditama mengatakan tertangkapnya pelaku, setelah polisi menerima laporan dsri korban jika brankas miliknya di bobol oleh seseorang. Mendapat laporan itu, Unit Reskrim Polsek Tegalsari yang di pimpin langsung Iptu Kennardi langsung melakukan olah TKP. 


“Pada saat dilakukan olah TKP, kunci brankas ataupun pintu bengkel tidak ada yang rusak,” kata Rendy, Senin (14/10/2019). 

Dari olah TKP, lanjut Rendy, polisi menganalisa jika pelakunya merupakan oranh dalam atau karyawannya sendiri. Ditambah lagi, polisi yang mendapatkan informasi jika salah satu pegawainya mengundurkan diri (Resend), menambah kuat kecurigaan polisi terhadap pelaku. 


“Kami semakin curiga setelah mendapat informasi salah satu pegawainya mengundurkan diri sehari setelah kajadian pembobolan itu. Belum lagi HP milik pelaku ini tidak aktif,” tambah Rendy. 

Dikatakan Rendy, setelah bekerja sama dengan Tim Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo, polisi berhasil meringkus pelaku di rumah kosnya di Jalan Pucangan Gang 3 No 15 Surabaya. Dari hasil pemeriksaan, dalam menjalankan aksinya, pelaku yang tinggal di dalam bengkel itu, mengetahui letak-letak kunci untuk masuk kedalam ruangan. 


“Karena mengenal betul situasi dan kondisi bengkel, saat penjaga kantor tidak ada, pelaku mulai beraksi,” tambah Rendy. 


Dalam penyidikan lebih lanjut, pelaku mengaku sebagian hasil dari pembobolan tersebut digunakannya untuk judi online. Namun karena tak kunjung menang, uang Rp 78 Juta yang di kurasnya dari brankas, habis untuk judi, karaoke bersama wanita, dan membeli kebutuhan prabot rumah. 


Atas aksi kejahatannya, pelaku akan dijerat dengan dua pasal yakni pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan 303 dengan ancamam hukuman 10 tahun penjara. “Jadi total ancaman hukuman untuk pelaku ini adalah 17 tahun,” tutup Rendy. (Jem)

Berbagi Info

Copyright © 2017 Pojok Jatim.