Connect with us

Hukum Kriminal

Merampas Motor 21 Kali, Komplotan Begal Surabaya Ditembak

Published

on

POJOKJATIM.NET- Lima pelaku komplotan curanmor keok ditangan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dari lima pelaku, tiga diantaranya ditembak polisi setelah berusaha melawan dan kabur saat dilakukan penangkapan.

Komplotan curanmor yang diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Tiga bandit yang tembak bernama M Zainul Abidin (30), Setya Adji Saka (23) dan Zainul Abidin (29). Ketiganya warga Surabaya. Sementara dua pelaku lainnya masing-masing bernama Amir (26) dan Rizal Khoiron Zani (27), warga Bangkalan, Madura.


“Komplotan curanmor ini sudah lama menjadi target operasi kami. Mereka sangat meresahkan. Anggota Satreskrim yang berhasil mengidentifikasi, langsung bergerak cepat menangkap satu persatu komplotan ini,” ungkap Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum, Senin (13/1/2020).

Ganis mengatakan, komplotan curanmor ini dalam aksinya dipimpin tersangka M Zainul Abidin. Mereka kerap beraksi di jam dini hari. Sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 Wib. Namun, terkadang juga beraksi di pagi hari.


“Dari hasil pemeriksaan, penyidikan, komplotan ini sudah beraksi sebanyak 21 kali. Namun kami yakin masih banyak lagi TKP lainnya yang pernah menjadi korban dari komplotan ini. Karena mereka mengaku sudah terjun menjadi pencuri motor dari tahun 2014,” jelasnya.

Salah satu orang yang menjadi korban M Zainul Cs, yakni pria asal Lamongan berinisial EHP. Motor maticnya Honda Vario raib dibawa kabur pelaku pada 21 November 2019 di kawasan Asemrowo Kali 31, Surabaya saat diparkir di depan warung kopi.

“Korban saat itu melapor ke Polsek Asemrowo. Kemudian kita back up penuh untuk mengungkapnya. Alhamdulillah, tidak butuh waktu lama, para pelakunya berhasil kita amankan. Awalnya kita tangkap si penadahnya, lalu kita kembangkan. Hasilnya ini, pelaku-pelaku utamanya kita tangkap,” tambah Ganis.

Saat ini, komplotan curanmor tersebut sudah dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Polisi menjeratnya dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.


Polisi saat ini juga masih mengembangkan kasus tersebut, karena masih ada 4 pelaku lainnya dari komplotan curanmor ini yang masih buron. Tim masih berkerja di lapangan untuk berusaha menangkapnya. (jm)

Berbagi Info
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *