Connect with us

Headline

Motif Dan Wajah Pelaku Pembunuhan Janda 4 Anak Di Surabaya Ini Bikin Greget

Published

on

POJOKJATIM.NET, SURABAYA – Pelaku pembunuhan terhadap Mardiana, wanita 45 tahun di rumah kos Jalan Petemon Barat No 1, Kupang Krajan, Sawahan, Surabaya berhasil dibekuk. Pelaku merupakan mantan suami siri korban. Motif pembunuhan ini dilandasi rasa sakit hati, lantaran korban menolak ajakan rujuk pelaku.

Berdasarkan data dari polisi, pelaku bernama Abdus Salam (42), asal Jalan Indrapura Jaya JKA-4, Surabaya. Ia ditangkap di Desa Bedono, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, kemarin (30/1) malam sekitar pukul 22.30 Wib atau 8 jam dari peristiwa sadis itu terjadi.

Pelaku pembunuhan wanita di Surabaya saat diamankan Polisi

Penangkapan sendiri dilakukan tim gabungan dari Unit Jatanras, Unit Resmob dan Unit Reskrim Polsek Sawahan, yang dipimpin AKP Iwan Hari Purwanto, Iptu Arief Ryzki Wicaksana dan Iptu Ristitanto.

“Tersangka ini kami tangkap saat bersembunyi di rumah temannya. Tidak ada perlawanan. Dia kooperatif dan mengakui semua perbuatannya,” jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran kepada wartawan, Jumat (31/1).

Sudamiran mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka tegah menghabisi mantan istri sirinya tersebut lantaran sakit hati, karena korban tidak mau diajak rujuk kembali.

Sebelum kejadian, keduanya sempat ngobrol sambil makan tak jauh dari lokasi kejadian. Mereka membahas soal rujuk. Tapi, saat itu korban menolak dan melemparkan surat nikah siri kepada pelaku.

“Menurut pengakuan tersangka, penolakan korban itu karena pelaku dianggap tidak memiliki uang. Hal itulah yang kemudian membuat pelaku marah, hingga keduanya cek cok mulut dan berujung pada pembunuhan,” katanya.

Pada saat itulah tersangka lantas mengambil pisau dapur yang ada di lokasi dan akhirnya ditusukkan ke tubuh korban mengenai dada serta punggung hingga tiga kali. Korban pun terkapar dan akhirnya meninggal dunia di tempat kosnya.

Sementara itu, tersangka Abdus Salam saat dirilis di Mapolrestabes Surabaya mengaku bersalah dan menyesal atas perbuatan yang ia lakukan. Tidak ada pikiran darinya untuk menghabisi nyawa mantan istri sirinya tersebut.

“Saya khilaf. Spontan itu saya lakukan. Persoalannya ya itu, saya ajak rujuk nggak mau. Lalu saya ambil pisau terus saya itukan (tusukkan) ke dia. Saya bener-bener menyesal,” dalihnya. (Ahm)

Berbagi Info