Connect with us

Headline

Narkoba Lagi.. Narkoba Lagi.. Giliran Bandar Malaysia-Surabaya Ditembak Mati, Bawa 26 Kg Sabu dan 11 Ribu Ineks

Published

on

POJOKJATIM.NET- Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya mendapat tangkapan besar. Jaringan narkoba Malaysia-Surabaya-Madura berhasil dibongkar, dengan menemukan barang bukti sabu 25 kg dan 10 ribu pil ekstasi. Salah satu pelaku diantaranya ditembak mati, lantaran melawan polisi saat akan ditangkap pad Jumat (14/2/2020) malam.

Narkoba yang diamankan dari Jambangan dan Bangkalan

Pelaku yang di-810 (ditembak mati) itu bernama Mustofa Ali (24), warga Desa Kedung Kandang, Pasuruan. Nama pria ini didapat setelah polisi dipimpin Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian ini menyergap Acong, pria asal Madura yang kos di daerah, Jambangan, Suraba, Jumat (14/2) Subuh. Dari kos-kosan ini polisi mendapatkan barang bukti 12 kg dan 10 ribu butir ekstasi. Acong lantas dikeler ke rumahnya di Madura, tepatnya di Desa Jambu, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Penemuan barang bukti cukup mencengangkan. Sebab polisi mendapati sabu sebanyak 13 kg. Narkoba ini dikemas dalam teh China, kopi dan ada yang diklip seperti biasanya.

Kepada polisi, Acong mengaku sebagai kurir dan sudah beroperasi di Surabaya selama tiga bulan. Dari mulut Acong ini pula, muncul nama Mustofa Ali yang masuk jaringan ini. Bahkan, pria ini diduga sebagai bandarnya. Pria ini pun diburu di kos-kosannya dan disergap Tim Unit III Satreskoba Polrestabes Surabaya yang dipimpin Kanit Iptu Eko Julianto dibantu Ka Timsus Iptu Yudhi Triananta Syaeful Mamma dan Kanit I Iptu Kennardi. Namun saat dilakukan penangkapan, Mustofa melakukan perlawanan dan menyerang petugas menggunakan senjata tajam.

“Yang bersangkutan kami sergap di kawasan Surabaya Utara. Saat kami sergap, yang bersangkutan melawan anggota dengan senjata tajam. Kami terpaksa mengambil tindakan tegas terukur,” kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, dihubungi Sabtu (15/2/2020).

AKBP Memo Ardian mengecek jasad pria yang tewas dan diduga bandar narkoba Malaysia-Surabaya

Mustofa kena tembakan di dada dan tersungkur. Namun, saat dilakukan upaya pertolongan, ia tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Menurut Memo, bahwa Mustofa ini merupakan atasan dari tersangka Acong yang dibekuk sebelumnya. “Ini adalah atasan kurir yang kami amankan tadi pagi,” tandas Alumnus Akpol 2002 ini.

Dari tangan Mustofa, polisi mendapati narkoba jenis sabu seberat 1 kilogram dan 1000 butir pil ekstasi yang disimpannya dalam tas ransel. Jadi dari jaringan ini, polisi mendapati narkoba sabu seberat 26 kg dan 11.000 butir ekstasi. Mustofa sendiri sebagai bandar narkoba kedua yang ditembak mati Tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya di tahun 2020. Sebelumnya pada 2 Januari 2020, seorang bandar bernama Rizal Wahyu Putra (29), warga Jalan Petemon Kuburan 68, Surabaya, juga ditembak mati. (jp)

Berbagi Info