Connect with us

Headline

Pembunuhan Sadis di Tol Gresik Terbongkar, Pelaku Diduga Sakit Hati, Istrinya Dihamili Korban

Published

on

POJOKJATIM.NET- Misteri pembunuhan Muhammad Mulla alias Ahmad Bin Yusuf (34), pria asal Sampang, Madura di Tol Kebomas, Gresik, pada 28 Desember 2019, akhirnya terkuak. Dari 7 orang pelaku, ada salah satu pelaku yang diduga menjadi otak perencanaan pembunuhan. Motifnya karena sakit hati, lantaran istri pelaku dihamili korban.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo merilis pembunuhan yang mayatnya ditemukan di Jalan Tol Kebomas

Hanya saja, polisi baru penangkap dua pelaku, yakni Sugianto dan Abdul Rahman. Keduanya diringkus juga berkat bantuan anggota Polres Sampang. Sugianto dibekuk di Sampang, sedang Abdul Rahman diciduk di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Sedang otak pelaku adalah J. Lainnya berinisial AW, M, MR dan MR. Para pelaku ini diketahui masih ada hubungan kerabat. Mereka telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). “Ada 7 pelaku yang melakukan upaya pembunuhan berencana terhadap korban,” ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo didampingi Kasat Reskrim AKP Panji Pratistha Wijaya di Mapolres Gresik, Kamis (9/1/2020).

Dijelaskan, pembunuhan yang dilakukan oleh ketujuh pelaku bermotif sakit hati. Karena korban diketahui menjalin hubungan gelap dengan wanita berinisial S yang merupakan istri dari J (masih DPO). J merupakan seorang TKI di Malaysia. J sendiri sudah 2 tahun menjadi TKI hingga ada yang mengabarkan bahwa istrinya hamil.

“Dari hubungan gelap itu S sampai hamil 5 bulan. Suaminya yang bekerja sebagai TKI akhirnya mengetahui perselingkuhan  ini dan memutuskan pulang. Pelaku berinisial J ini akhirnya mengajak bertemu dengan keenam pelaku,” ungkap AKBP Kusworo.

Dari hasil pertemuan itu, lanjut Kusworo, muncul inisiatif untuk menghabisi nyawa Muhammad Mulla. Seorang pelaku kemudian ditugaskan untuk membujuk korban keluar dari persembunyianya, yang kebetulan indekos di wilayah Gresik.

“Korban lalu dijemput oleh pelaku dengan mobil Avanza warna silver lalu diajak keluar. Sesampainya di jalan tol korban dipindah ke mobil Avanza warna hitam. Di situ ada suami S yang duduk di samping kanan korban dan empat pelaku lainnya,” ungkapnya.

Setelah diajak ngobrol, korban lalu dijerat dengan menggunakan tali tambang berwarna biru di bagian lehernya. Begitu korban diketahui sudah tidak bernyawa, para pelaku lalu mebuang jasad korban ke selokan tepi jalan tol Kebomas KM 16.400. Mayat korban ditemukan pada pada Sabtu (28/12) sekitar pukul 05.40 WIB. Mayat tersebut ditemukan tewas tengkurap dengan leher terikat tali tambang. Saat itu mayat menggunakan baju warna krem kotak-kotak yang sudah terbuka dan memakai sarung warna hijau.

“Pelaku Sugianto bertugas untuk membujuk korban keluar dari persembunyiannya. Sementara Abdul Rahman bertugas sebagai sopir mobil yang dipakai saat eksekusi,” paparnya.

Dari hasil penyelidikan, korban ternyata diketahui berstatus sebagai seorang residivis kasus curanmor tahun 2017, dan DPO kasus Narkoba di Polres Pangkalanbun, Kalteng. Atas perbuatan tersebut para tersangka dijerat pasal 340 subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (str-4)

Berbagi Info