Connect with us

Headline

Penipuan Investasi MeMiles, Polda Jatim Tangkap Wanita Mentor Artis, Sita Uang Rp 70 Miliar

Published

on

POJOKJATIM.NET – Polda Jatim meringkus dua tersangka baru terkait kasus investasi bodong melalui aplikasi MeMiles. Setelah menangkap Dirut PT Kam and Kam yang mengelola MeMiles, kini giliran dua anak buanya. Yakni, Martin Luisa alias dr Eva (54), motivator sekaligus Master Marketing Memiles dan PM alias Prima Hendika (22), sebagai IT di PT Kam and Kam. Dari pengungkapan itu, penyidik kembali mengamankan barang bukti uang sekitar Rp70 miliar lebih. Sebelumnya, penyidik mengamankan uang Rp 50 miliar. Dengan adanya tambahan uang itu, total barang bukti yang disita Polda Jatim saat ini sekitar Rp122,3 miliar. Sedang total omzet MeMiles selama delapan operasi mencapai Rp 750 miliar.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan perkembangan dugaan penipuan investasi bodong Memiles

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan dr Eva ini berperan sebagai Master Marketing MeMiles atau motivator. Dialah yang merekrut mentor-mentor dari kalangan publik figur/artis untuk menarik nasabah. “dr Eva ini ternyata bukan dokter. Tapi dia seorang akupuntur. Tugas dia sebagai motivatornya. Sedangkan untuk pelaku satunya adalah Prima Hendika dari Tim IT. Dialah yang membuat aplikasi PT Kam and Kam,” kata Luki di Mapolda Jatim, Jumat (10/1/2020).

Dijelaskan, uang ratusan miliar rupiah itu hasil pemblokiran rekening utama PT Kam and Kam. Dari rekening itu, polisi menemukan saldo sebesar Rp761 miliar. Pihaknya akan terus menyelidiki kasus ini, terutama mengungkap aset-aset lainnya. “Masih ada beberapa rekening yang kami selidiki. Karena ada aliran lain di rekening tersebut. Sedangkan hasil blokir dari rekening utama, akan disimpan di rekening penampungan barang bukti,” tandas jenderal bintang dua ini.

Sebelumnya, Polda Jatim menangkap dua tersangka investasi ilegal, dengan omzet mencapai ratusan miliar rupiah. Mereka adalah Kamal Tarachand Mirchandani alias Sanjay (Direktur Utama PT Kam and Kam) dan Suhanda, orang kepercayaannya. Keduanya warga Jakarta dan kini ditahan. Keduanya dijerat Pasal 160 jo 24 ayat 1 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pasal 46 ayat 1 UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Polda Jatim juga telah menerima pengaduan atau pelapor korban investasi Memiles, hingga sekarang berjumlah 164 dengan rincian pengadu online sebanyak 26 dan pengadu offline sebanyak 128. “Kerugian pengadu bermacam-macam ada yang Rp 50 juta dan ada yang Rp 120 juta,” sebut Luki. (jm)

Berbagi Info