Connect with us

Headline

PKB Mulai Galak, Sebut KUA-PPAS 2020 yang Dibuat Pemkot Surabaya tak Pro Rakyat

Published

on

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Surabaya Minun Latif

POJOKJATIM.NET, Surabaya – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Surabaya mulai galak ke Pemkot Surabaya. Ini terkait sorotannya terhadap Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 yang dibuat Pemkot Surabaya. Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya menyebut KUA-PPAS itu belum mencerminkan kepentingan masyarakat Surabaya. Kok bisa?

Ketua Fraksi PKB Minun Latif mengatakan, draft KUA-PPAS sebagai pijakan pembahasan APBD 2020 yang diterima DPRD Surabaya belum mencerminkan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Menurutnya, banyak kebutuhan masyarakat tak terakomodir. Ini karena Draft KUA-PPAS 2020 mengabaikan masukan masukan yang sebelumnya dijaring wakil rakyat melaui reses.

“Reses yang menjadi ujung tombak penjaringan aspirasi tak lagi dianggap. Ini karena program Jasmas yang didalamnya mencakup dana hibah sudah dihentikan sejak beberapa tahun berselang,” kata Abah Minun, sapaan akrabnya, Selasa (15/10).

DPRD, lanjutnya, bukan tukang stempel yang begitu saja disodorkan barang yang sudah jadi. Sementara konsekuensi di belakangnya ikut menanggung. “Ayolah, kami dilibatkan dalam menyusun dan membahas, sebab ada banyak kepentingan Masyarakaat yang disampaikan ke kami sebagai wakil mereka, dan itu harus diakomodir, sebab kami yang di masyarakat mengetahui betul apa yang dibutuhkan warga,” papar dia.

Selain hasil reses, lanjut dia, KUA-PPAS juga harus mempertimbangkan pembahasan-pembahasan di Komisi. “Di Komisi itu semua permasalahan masyarakat dibahas dan semestinya ditelurkan dalam bentuk KUA-PPAS,” ujar Minun.

Pihaknya, masih kata Minun, juga berharap hibah Jasmas kembali digulirkan. Sebab, cara itu yang menjadi ujung tombak anggota dewan menyerap aspirasi warga. “Warga sangat butuh, kalau itu dia abaikan kita dianggap ngomong tok,” tandasnya.

Adapun mengenai adanya kasus Jasmas yang menimpa anggota dewan sebelumnya, Abah Minun meminta jangan menggeneralisasi semua anggota dewan seperti itu. “Itu hanya oknum, jangan digebyah uyah (digeneralisir, red),” punkasnya. (str)

Berbagi Info
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2017 Pojok Jatim.