Connect with us

Headline

Saiful Ilah Mendekam di Penjara, Kini Sidoarjo Dipimpin Cak Nur

Published

on

POJOKJATIM.NET- Menteri Dalam Negeri menunjuk Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin alias Cak Nur sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo. Penunjukannya ini setelah Bupati Sidoarjo Saiful Ilah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap Rp 1,8 miliar dan ditahan KPK. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan surat penunjukan kepada politisi PKB itu di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jatim, Selasa (14/1/2020).

“Saya mohon semua bisa menjalankan tugas dengan kondusif,” kata gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut, di sela penunjukkan.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menjalani pemeriksaan di KPK. (Foto: ANTARA)

Khofifah berharap agar Nur fokus dalam pelaksanaan APBD 2020 yang dijalankan secara amanah dan baik serta meminta Forkopimda setempat untuk menjalankan tugas dengan kondusif.

Sementara Cak Nur menyatakan kesiapannya melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin. Dia pun mengaku telah memetakan langkah-langkah cepat yang harus dilakukan, agar jalannya pemerintahan tidak terganggu dengan adanya kasus yang menjerat bupati sebelumnya.

“Banyak hal, seperti bagaimana agar supaya tidak ada suasana yang kurang bagus ini akan kami lakukan. Agar supaya program pembangunan berjalan baik, legislatif, eksekutif, Forkopimda dan sebagainya,” kata dia.

Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin bersama Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa

Sebelumnya, KPK menangkap 11 orang dalam operasi tangkap tangan terhadap Saiful Ilah, Selasa (7/1/2020). Enam di antaranya telah resmi jadi tersangka. Mereka terbagi ke dalam penerima suap yakni, Saiful Ilah (SFI), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air, Sunarti Setyaningsih (SST), Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air Judi Tetrahastoto (JTE), dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan, Sanadjihitu Sangadji (SSA).

Sedangkan penyuap yakni, Ibnu Ghopur (IGR) dan Totok Sumedi (TSM). Dalam OTT diamankan uang Rp 1,8 miliar. Pemberian suap itu diduga berkaitan dengan sejumlah proyek yang dimenangkan Ibnu Ghofur. Proyek-proyek itu berupa proyek pembangunan Wisma Atlet senilai Rp 13,4 miliar, proyek pembangunan Pasar Porong senilai Rp 17,5 miliar, proyek Jalan Candi-Prasung senilai Rp 21,5 miliar, dan proyek peningkatan Afv. Karag Pucang Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran senilai Rp 5,5 miliar. (str-1)

Berbagi Info