Connect with us

Headline

Sambil Menangis, Pramugari Garuda Blak-blakan Soal Tuduhan Jadi Gundik dan Barang Mewah Miliknya

Published

on

POJOKJATIM.NET- Pramugari Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti atau juga biasa yang disebut Siwi Sidi, akhirnya tampil di hadapan publik. Ia pun buka-bukaan terkait kabar yang menyebut dirinya sebagai simpanan atau gundik salah satu direktur Garuda Indonesia. Tudingan-tudingan ini berawal dari cuitan-cuitan akun Twitter @digeeembok pada Desember 2019. Cuitan itu muncul setelah kasus penyelundupan motor Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda Indonesia, yang berbuntut pemecatan Dirut Garuda Indonesia. Lantas, apakah benar tudingan itu?

Akun @digeeembok aktif mengungkap informasi-informasi terkait dugaan skandal di Garuda Indonesia. Arus informasi itu dilancarkan berbarengan dengan pengungkapan kasus penyelundupan motor dan sepeda mewah yang dilakukan mantan Dirut Garuda Ari Aksara.

Nama Siwi Widi muncul dalam beberapa utas yang dibuat @digeeembok. Siwi dituduh sebagai gundik atau wanita simpanan mantan Direktur Human Capital PT Garuda Indonesia Heri Akhyar. Akun itu menuding Siwi menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi, seperti membeli mobil mewah dan operasi plastik.

Akun @digeeembok sebelumnya juga sudah dilaporkan ke polisi terkait utas yang sama. Polres Bandara Soekarno Hatta menerima laporan yang dibuat oleh Vice President (VP) Cabin Crew Garuda Indonesia, Roni Eka Mirsa terhadap akun twitter @digeeembok pada 11 Desember 2019.

Akhirnya, Siwi menggandeng pengacara Elza Syarief untuk mengambil langkah hukum. Akun Twitter @digeeembok dipolisikan. Dia melaporkan kasus ini pada 28 Desember 2019 dengan nomor LP/ 8420/ XII/ 2019/ PMJ/ Dit. Reskrimsus dengan tuduhan pencemaran nama baik melalui media sosial Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 43 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

Siwi lalu mengadakan jumpa pers bersama Elza Syarief pada Jumat (10/1/2020). Di situ, Elza menunjukkan sejumlah cuitan @digeeembok yang dianggap mencemarkan nama baik Siwi. Berikut bunyi salah satu cuitan @digeeembok yang ditunjukkan Elza: “88. Kalo ARI ASKHARA dirut punya gundik Puteri Ramli. Maka Heri Akhyar gak mau kalah. Doi punya gundik juga bernama Siwi Sidi. #DirutGarudaKancut”

Ada pula hal-hal yang disampaikan oleh Siwi, mulai dari dampak tuduhan itu ke keluarganya hingga jawaban soal tuduhan operasi plastik dan kepemilikan barang mewah. “Kita sudah laporkan kepolisian yang mana nanti akan terbongkar informasi itu, siapa yang buat cerita ngarang ini, dan siapa akun ini. Saya enggak tahu juga, biar polisi saja,” kata pengacara Elza Syarief di kantornya di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Dia menggunakan Pasal 27 ayat (3) UU ITE juncto Pasal 310 KUHP Juncto Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik melalui media elektronik untuk menjerat akun anonim tersebut.

Elza menyampaikan kliennya memutuskan lapor ke polisi karena cuitan @digeeembok sudah masuk ke ranah privasi. Selain itu, cuitan akun tersebut dipenuhi dengan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap pribadi maupun profesi Siwi. “Sebuah profesi yang cukup mulia, cukup terhormat, yaitu sebagai pramugari, juga tercemar dan ini tidak bagus karena itu profesi yang dikaitkan hal-hal negatif. Kami sudah mendapatkan bukti-buktinya sebagaimana kita lihat begitu banyak,” terang dia.

Sementara itu, Siwi menyampaikan merasa tidak nyaman dengan cuitan akun tersebut. Ia menilai cuitan itu tidak benar dan hanya merendahkan dirinya yang bekerja secara profesional. “Semua pemberitaan dari akun @digeembok itu tidak benar dan saya merasa benar-benar harga diri saya dicoreng dan privasi saya untuk berada di pekerjaan,” ucap Siwi sambil menahan air mata.

Selain itu, Siwi juga merasa tak nyaman saat menjalani pekerjaannya sebagai pramugari. Siwi juga menyebut, kabar tersebut telah merugikan keluarga dan lingkungan sekitarnya. “Privasi saya yang berada di pekerjaan saya sebagai pramugari saya tidak nyaman, dan keberadaan pemberitaan itu pastinya sangat merugikan diri saya, keluarga, lingkungan saya,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, mendapat perhatian dari penumpang saat menjalankan pekerjaannya sebagai pramugari. Siwi mengaku penumpang memperhatikannya setelah melihat fotonya di media. Sehingga, ia merasa tak nyaman saat bekerja karena perhatian penumpang.

Meski merasa terganggu, Siwi mengatakan, tetap profesional dalam bekerja. “Cuma ya memang saya merasa tekanan dari penumpang. Penumpang lebih perhatian terhadap saya atau mungkin sudah ada foto yang sudah tersebar saya sedang bekerja.”

“Merasa tidak nyaman aja, cuma seperti biasa aja bekerja secara profesional,” tambahnya.

Berbeda dengan respons dari penumpang, Siwi berujar tak mendapatkan perlakuan buruk dari rekan kerjanya di Garuda Indonesia. Sehingga, Siwi bersyukur bisa menjalankan pekerjaan seperti biasanya. “Saya sih tidak pernah merasa dikucilkan atau didiskriminasikan, saya menjalankan pekerjaan saya seperti biasa,” tutur Siwi.

Mengenai barang mewah yang dimilikinya, Siwi membantah uang Dolar dan mobil mahal miliknya hasil menjadi pramugari selir, Siwi Widi mengaku semuanya pemberian dari pacar. “Bukan dari gaji saya. Orang itu ingin tahu kepribadian saya. Saya seperti itu dari dulu bahkan sebelum jadi pramugari. Memang dikasih sama pacar saya yang dulu ibaratnya sayang sama saya,” tandas Siwi Widi. (jt)

Siwi Widi mengendarai mobil mewah miliknya
Siwi Widi saat membeber soal tudingan di Twitter

Berbagi Info