Connect with us

Uncategorized

Sering Tiduri Istri, Pria Ini Bunuh Sopir Taksi

Published

on

Masmudi saat diamankan polisi
Sidoarjo – Masmudi
(25) warga Dusun Parenduan Desa Batokaban Kec. Konang Kab. Bangkalan,
ditangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo dalam kasus pembunuhan terhadap
Andik Wawan Prasetyo (28) warga Desa Pehwetan Kec. Papar Kediri saat
chek in di Pondok Inap Shofwa (PIS) Jalan Bypass Sedati Sabtu
(29/9/2018).
Masmudi nekat menghabisi sopir taksi Prima Trans Juanda
itu karena korban sering chek in bersama isteri sahnya, seperti saat
sebelum terjadi penusukan di PIS yang kemudian nyawa korban tak
tertolongkan di TKP.
Tersangka
ditangkap di Jalan Raya Aloha saat perjalanan akan sembunyi di rumah
saudaranya di Surabaya. Usai ditangkap, kasus dikembangkan dengan
mengejar  (I) kakak Masmudi yang diduga ikut datang ke PIS untuk rencana
membunuh korban di PIS lantai 2 kamar no 40.
“Penganiayaan
dengan menggunakan sebilah pisau dengan panjang 50 cm ini didasari rasa
cemburu pelaku terhadap korban. Isteri sah pelaku kerap jalan keluar
bersama AWP korban yang meninggal di PIS,” kata Kasatreskrim Polresta
Sidoarjo Kompol M Harris menirukan pengakuan pelaku Rabu (3/10/2018).
Puncak
rasa cemburu, tambah Harris pada Sabtu malam waktu itu. Sorenya,
isterinya diajak pelaku jalan-jalan tapi menolak. Selang beberapa menit
kemudian, isteri pelaku berdandan dan pamit keluar. Oleh pelaku,
isterinya juga diizinkan keluar dan diintai oleh pelaku, isterinya
ketemuan sama korban di Albatros Sedati.
“Saat
isterinya keluar, pelaku membuntuti kemana isterinya keluar. Sampailah
pada malam itu, pelaku melihat isterinya bersama AWP menuju PIS dan
rencana masuk kamar no 40. Di depan kamar no 40 itu, pelaku cekcok
dengan korban hingga akhirnya korban ditusuk dan bagian tubuh lainnya
juga mengalami luka gores sajam dan meninggal dunia di TKP,” unkap
Harris.
Masmudi mengaku
mengetahui isterinya sudah lama ada hubungan dengan orang lain. Pelaku
tidak kenal dan hanya mengetahui nama pria yang ada hubungan dengan
isteri sahnya yang sudah dinikahi selama 4 tahun tersebut. “Saya sudah
lama curiga isteri saya punya PIL. Saat saya intai, isteri saya dan
pelaku menuju masuk Pondok Inap Shofwa,” katanya penjual es batu itu
dengan lirih.
Dalam
kasus ini, Satreskrim Polresta Sidoarjo juga masih melakukan
pengembangan. Karena saat datang ke PIS, pelaku tidak sendirian. Ada
pria lain (I red,) yang ikut ke PIS dan kini ditetapkan sebagal DPO
(daftar pencarian orang).
Kendati
sudah dinyatakan DPO, namun Harris tidak menjelaskan peran l dalam
kasus ini. Status dan sampai sejauh mana peran I dalam kasus ini masih
terus dididalami. “Perannya sebagai apa, belum diketahui karena masih
buron,” pungkasnya.
Dalam kasus ini, pelaku dijerat dengan Pasal
340
KUHP atau Pasal 338 KUHP atau Pasal 170 ayat (1 ), (2) ke 3E KUHP atau
pasal 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan berencana atau secara
bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan
yangbmengakibatka orang meninggal dunia. (Khol.Ben)
Masmudi pelaku pembunuhan di PIS saat dikeler Satreskrim Polresta Sidoarjo

Berbagi Info