Terlena Kecantikan Korban, Rampok Berkedok Tukang AC Terciduk

pelaku dan barang bukti diamankan di Polrestabes Surabaya

Surabaya – Meskki menjadi spesialis perampok dengan berkedok tukang AC, Sofian Pramono nampaknya tak bisa menahan ketika melihat korbannya yang cantik. Bagaimana tidak, seperti laki-laki pada umumnya, pria 37 tahun warga Jalan Karang Tembok Gang VII Surabaya ini kepincut dengan korbannya.

Namun, kecantikan korban berinisial KW yang di rampok bersama kaka kandungnya (DPO) ini, membuat Sofian masuk jeruji besi Mapolrestabes Surabaya. Ia dirungkus Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya ketika mengembalikan KTP milik korban.

Sofian mengaku, niatnya mengembalikan KTP tersebut karena ingin berkenalan dengan korban. Sayang, upaya tersangka tidak semulus kenyataan. Korban yang mengetahui akan didatangi tersangka, berkordinasi dengan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

“Setelah kordinasi, kami bersama anggota dan petugas keamanan sekitar, stand by tidak jauh dari rumah korban. Saat hendak masuk ke rumah, tersangka yang sebelumnya sudah kami identifikasi melalui CCTV itu langsung kami ringkus,” kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti, kemarin Senin (16/9)sore.

Bima menjelaskan, aksi tersangka dan satu pelaku (DPO) yang merupakan kakak kandung tersangka itu bermula 12 Agustus lalu. Kedua kakak beradik itu menyaru sebagai petugas AC dari salah satu toko elektronik terkenal di Surabaya. Mereka kemudian masuk dan menerangkan jika keduanya diperintah kantor untuk memeriksa kondisi AC milik korban.

Meski sempat menolak karena tidak ada kerusakan, korban akhirnya bersedia dengan tawaran hanya pemeriksaan unit saja. Di ruang tamu, kakak tersangka bertugas untuk mengajak korban berbincang tentang layanan itu. Sementara, Pramono masuk ke kamar korban untuk memeriksa unit.

Di dalam kamar, pria bertatto punggung itu mulai mencari barang berharga milik korban. Setelah mendapatkan tas yang berisi dompet dan HP, Pramono keluar kamar dan kembali ke ruang tamu. “Mendapati Pramono membawa barang miliknya, korban mulai curiga dan berusaha keluar meminta pertolongan,” lanjut alumni Akademi Kepolisian (Akpol), 2013 itu.

Namun, upaya korban malah memancing emosi kedua pelaku. Takut aksinya diketahui warga sekitar, kakak tersangka mengeluarkan sebilah senjata tajam (Sajam), jenis parang untuk mengancam korban. “Mereka juga mengancam korban untuk tidak segan melukai jika nekat berteriak apalagi melaporkan ke polisi. Akhirnya, keduanya pun kabur tanpa perlawanan dari korban,” tandas Bima.

Dihadapan penyidik, bapak tiga anak itu sudah beraksi tiga kali dengan lokasi di Kawasan Surabaya. Setial beraksi, barang yang paling diincar adalah alat elektronik seperti HP dan Laptop. Sebab, barang-barang itu mudah aekali diju kembali. “Sudah tiga kali, sebelumnya dapat laptop, dan HP. Hasilnya kami bagi sama kakak, untuk beli susu,” aku Pramono.

Selain di Polrestabes Surabaya, dari hasil pemeriksaan terungkap, jika dua tahun lalu penjaga warung kopi itu baru saja keluar dari tahanan. Dia ditangkap Polsek Tambaksari dengan kasus serupa. Hanya saja, tersangka menggunakan modus nyaru sebagai petugas PDAM. “Iya dulu pernah ditangkap di Mendut (Polsek Tambaksari, red).(Jem)

Berbagi Info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *