Connect with us

Headline

Terseret Kasus Penipuan Perumahan Syariah Ratusan Miliar, Ustad Yusuf Mansur: Siap Banget Diperiksa

Published

on

Foto Ustad Yusuf Mansyur dicantumkan dalam brosur pemasaran perumahan syariah.

POJOKJATIM.NET- Kasus dugaan penipuan properti berkedok syariah di Surabaya dan Sidoarjo yang menyeret nama Ustad Yusuf Mansyur, disikapi serius. Ia pun menyatakan siap untuk memberikan keterangan di Polrestabes Surabaya. Yusuf menegaskan dirinya tak terlibat dalam tindak pidana penipuan yang ditaksir merugikan korban ratusan miliar rupiah. Menurutnya, pihak developer Multazam Islamic Residence, yakni PT. Cahaya Mentari Pratama, telah mencatut Ustad Yusuf Mansyur.

“Saya nggak ada keterlibatan apa-apa. Nama saya dan DQ dicatut secara nggak jelas. Dulu katanya mau wakaf. Sempat ketemuan, ketemuan biasa saja,” ungkap Ustaz Yusuf Mansur, Selasa (7/1/2020). “Saya siap hadir, siap banget (memenuhi panggilan Polrestabes Surabaya, res,” lanjut Yusuf.

Yusuf juga menyampaikan tak ada ikatan kerja sama kerja dirinya dengan pihak pengembang perumahan. “Tidak ada kerja sama apa-apa dan tidak pernah ada ceramah motivasi di sana. Tidak ada juga aliran dana apa-apa,” terang dia.

Yusuf menekankan lagi siap membantu penyidik jika dibutuhkan untuk memberikan keterangan. Yusuf mendukung penegakan hukum ini. Menurutnya, praktik penipuan bermodus perumahan syariah fiktif mencederai gerakan ekonomi berbasis syariah.
“Saya sudah sampaikan ke kawan-kawan kepolisian, seperti biasa, saya akan hadir jika dibutuhkan keterangan dari saya. Hal-hal begini mencederai gerakan ekonomi syariah yang lagi bagus-bagusnya. Ke depan semoga kita semua lebih hati-hati,” tutur Yusuf.

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya membongkar kasus penipuan perumahan fiktif berkedok syariah di Jalan Raya Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo. Sedikitnya ada 32 orang lebih yang menjadi korban, dengan kerugian mencapai ratusan miliaran rupiah. Perumahan tersebut adalah Multazam Islamic Residence, yang dikelola oleh PT. Cahaya Mentari Pratama. Polisi menahan satu pelaku berinisial M. Sidik Sarjono selaku Direktur Utama atau pihak pengelola.

Kepada korban, pelaku menjanjikan perumahan yang dicicil sejak 2016 itu siap dihuni pada tahun ini. Namun kenyataannya lokasi yang dijadikan tempat perumahan masih berupa rawa-rawa dan tanah kosong. Bahkan setelah dicek, tanah tersebut ternyata milik orang lain.

Sidik Sarjono, tersangka kasus penipuan perumahan berkedok syariah

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan penyidik akan memanggil Ustad Yusuf Mansur. Sebab saat memperkenalkan Multazam Islamic Residence ke masyarakat, pihak pengelola sempat mengundang Ustad Yusuf Mansur sebagai motivator. “Pada saat expo tahun 2016 lalu, sempat mengundang Ustad Yusuf Mansur sebagai motivator. Yang bersangkutan menyatakan, bahwa Multazam itu bagian dari kelompok bisnis yang akan berkembang di Surabaya,” kata Sandi, Senin (6/1/2020).

Pada konferensi pers yang digelar di Polrestabes Surabaya, Senin (6/1/2020), polisi membeberkan sejumlah barang bukti kasus perumahan fiktif itu. Salah satunya, aneka brosur pemasaran perumahan Multazam di Jalan Raya Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo. Dari pantauan brosur pemasaran itu juga menampilkan foto Ustad Yusuf Mansur. (jm)

Berbagi Info