Connect with us

Hukum Kriminal

Tipu Dan Rampas Motor Untuk Judi Bola, Tiga Bandit diringkus Polisi

Published

on

Tiga komplotan penipuan di ringkus polisi
Sidoarjo – Sebanyak 3 anggota komplotan penipuan dan perampasan berhasil di bekuk Satreskrim Polresta Sidoarjo. Ketiga pelaku yang bernama  Wisnu Dwi Saputra
(22), Widi Harianto (38) dan Edi Pranoto (42) dijebloskan tahanan
Polresta Sidoarjo beserta barang bukti hasil penipuan dan perampasan,
Minggu (09/09/2018).
 
 
Sedangkan
modusnys pura pura jadi Istri Polisi, mereka 3 komplotan penipuan dan
perampasan dijebloskan tahanan  Polresta Sidoarjo. Ketiganya, menipu dan
merampas motor beserta Hand Phone (HP) milik KA di Perum Puri
Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
 
Ketiga
tersangka itu adalah Wisnu Dwi Saputra (22) warga Perum Permata
Candiloka, Desa Ngampelsari, Widi Harianto (38) warga Dusung Tawangsari,
Desa Ngampelsari dan Edi Praboto (42) warga Dusun Tawangsari, Desa
Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Sedangkan DV masih buron yang
berperan mengantarkan para tersangka menggunakan mobil menuju Tempat
Kejadian Perkara (TKP) di depan warung sekitar Perum Puri Kalitengah.
 
Selain
mengamankan ketiga tersangka polisi juga mengamankan sejumlah barang
bukti. Diantaranya, sebuah BPKB Motor Honda Vario Tahun 2016 bernopol W
4034 ZX, satu unit motor dan STNK motor Honda Vario bernopol W 4034 ZX
serta doshbook HP J7 Prime. Disamping itu mengamankan 3 HP milik para
tersangka.
 
“Tersangka
berpura-pura bicara lewat WA dengan chat ngaku sebagai perempuan. Itu
dilakukan tersangka untuk mengelabuhi korban hingga bertemu korban di
Perum Kalitengah itu,” terang Kasat Reskrim, Polresta Sidoarjo, Kompol
Muhammad Harris, Minggu (09/09/2018).
 
Harris
menguraikan saat bertemu korban, dua tersangka Wisnu dan Widi menekan
tersangka. Caranya, keduanya menjelaskan jika perempuan yang chat dengan
korban adalah istri polisi. Kedua tersangka menawarkan damai. Untuk
berdamai korban harus membayar sesuai kemampuan korban.
 
“Karena
korban tak memiliki uang tunai. Kemudian menyerahkan HP. Karena
dianggap kurang tersangka kemudian membawa kabur motor dan STNK,”
imbuhnya.
 
Sedangkan
tersangka, Edi hanya sebagai penada motor hasil rampasan seharga Rp 3,5
juta itu. Namun ketiganya bakal tetap diproses polisi.
 
“Tersangka
eksekutor dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan pasal 363 KUHP
tentang Perampasan dengan ancaman hukuman 7 tahun dan 9 tahu penjara.
Tersangka penadah dijerat pasal 480 KUHP tentang Penadah Barang Curian,”
tegasnya.
 
Sementara
tersangka, Wisnu Dwi Saputra mengaku baru sekali menipu dan merampas
harta korban. Dia mengaku uang hasil jualan HP korban Rp 1,6 juta dan Rp
3,5 juta hasil penjualan motor korban digunakan untuk berjudi.
 
“Uang hasil penjualan sudah saya habiskan untuk judi bola online,” pungkasnya.(Khol.Dy)
 

Berbagi Info