Connect with us

Mataraman

Tuntut Tuntaskan Kasus Korupsi, Aktivis Trenggalek Gelar Aksi Ngamen Untuk Kejaksaan

Published

on


Trenggalek – Puluhan aktifis yang tergabung dalam Forum Masyarakat Anti Korupsi Trenggalek ( FMAKT ), melakukan aksi ngamen penggalangan dana untuk mendukung anggaran penindakan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Trenggalek. Senin, (03/02)

Aksi ngamen penggalangan dana diawali dari Tugu Garuda alun alun Trenggalek, sebelum aksi ngamen salah satu aktivis melakukan orasi setelah itu melakukan long march menuju kantor Kejaksaan dengan mengumpulkan donasi untuk di sumbangkan ke Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek.


Tindakan aksi ngamen dilakukan dalam bentuk kesenian khas Trenggalek, yaitu seni Jaranan Turonggo Yakso dengan semua aktivis yang terlibat sambil berjalan menuju kantor Kejaksaan melakukan pengumpulan dari dari warga sekitar dengan uang hasil ngamen dalam tempat sampah plastik.


Aksi pengumpulan hasil ngamen dengan menggunakan keranjang sampah sebagai bentuk sentilan dan kritik terhadap statetmen Kepala Kejaksaan Negeri, Lulus Mustofa S.H., M.H beberapa waktu yang lalu dengan mengatakan bahwa pihaknya pada tahun 2019 telah kehabisan anggaran guna melakukan tindakan korupsi di Trenggalek.


Beberapa massa terlihat melakukan orasi di pimpin koordinator aksi ngamen untuk Kejaksaan, Imam bahrudin dimana dalam orasinya menyampaikan bahwa Kejaksaan Negeri Trenggalek dianggap minim prestasi dan layak untuk diberikan rapot merah. “ yang jelas kita datang kesini ingin bisa berjumpa dengan bapak Kajari serta ingin memberikan uang hasil ngamen sehingga bisa dibuat untuk keperluan anggaran dalam tindak pidana korupsi yang sudah sangat jelas didepan mata selama ini.” Ujarnya saat berorasi didepan kantor kejaksaan.


Sementara ditempat sama salah satu peserta aksi, Nur Rochmad Aghani S.H. bahwa selama ini banyak sekali temuan akan proyek – proyek yang dikerjakan dengan asal saja sehingga banyak proyek yang kondisinya sudah rusak meski baru saja diserahkan, bahkan ironisnya ada pekerjaan proyek yang kondisinya sudah ambrol setelah selesai dikerjakan dalam waktu belum ada seminggu.

“Kami beserta teman teman aktifis lainnya banyak menemukan ketimpangan ketimpangan terkait penyalahgunaan anggaran dimana ada dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi, hal tersebut terjadi hampir ada dalam puluhan pembangunan proyek fisik yang tersebar dibeberapa titik di Kabupaten Trenggalek di tahun 2019.” Tambah aktivis berbadan subur yang menjabat sekretaris DPW GNPK RI Trenggalek.

“ Kondisi inilah yang membangkitkan semangat kita semua para aktivi peduli tindak pidana korupsi untuk berbuat sesuatu dalam membantu upaya Kejaksaan Trenggalek agar bisa tuntas dalam menangani kasus korupsu baik yang saat ini sudah masuk persidangan dan juga dalam mengungkit kasus korupsi yang baru.” Lanjut Nur Rochmad Aghani.


Sementara Kepala Kejaksaan Lulus Mustofa, SH,MH yang awalnya enggan untuk menemui para aktivis yang ingin menyerahkan dana hasil ngamen, pada akhirnya rela menemui para aktivis didepan halaman kantor Kejaksaan Negeri Trenggalek meski sebelumnya sempat ada upaya tidak mau menemui para aktivis.


Kajari Trenggalek, Lulus Mustofa S.H., M.H. dalam acara bertemu para peserta aksi ngamen untuk kejaksaan, Lulus menyampaikan rasa terimakasih dan dukungan yang diberikan para aktivis, “ saya sampaikan banyak terimakasih atas semua ini dan upaya anda semua ini akan kami jadikan sebagai motivasi kami untuk bekerja lebih serius lagi, terutama dalam melakukan penindakan kepada para pelaku tindak pidana korupsi.


Apalagi pada tahun 2020 ini Kejaksaan Negeri Trenggalek sudah memiliki cukup anggaran maka kami lebih bisa bekerja dengan serius, meski pada tahun 2019 kami sempat kehabisan anggaran, “Niat baik saudara saudara kami hargai oleh pada awal tahun 2020 ini sudah memiliki anggaran untuk menangani kasus, maka kami tidak bisa menerima dana hasil ngamen, dan dana kami kembalikan ” jawab Lulus Mustofa didepan para aktivis.


Aksi penggalangan dana Ngamen untuk Kejaksaan Trenggalek, berakhir dengan damai dari para aktivis membubarkan diri setelah sebagian aktivis menyerahkan uang hasil Ngamen kepihak NU CARE – LAZISNU Trenggalek.
Tentunya para aktivis berharap Kejaksaan Negeri Trenggalek segera untuk memenuhi beberapa tuntutannya, diantara adalah pengusutan pembangunan RSU Panggul, Pembangunan Jembatan Cupuk Winong, Tugu, pembangunan Pasar Karangan, Pembangunan Paping didesa Ngerjo dan Pembangunan Saluran Drainase di Desa Kayen, Karangan untuk benar benar serius ditangani.(gn)

Berbagi Info