Connect with us

Headline

Usai Bupati Saiful Ilah Ditahan, KPK Obok-obok Lagi Pemkab Sidoarjo

Published

on

POJOKJATIM.NET- Penyidik KPK kembali mengobok-obok Pemkab Sidoarjo, Jumat (10/1/2020). Penyidik Kali ini melakukan penggeledahan ruang Dinas Bupati Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa dan kantor Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM SDA) Kab. Sidoarjo. Ini dilakukan sebagai pengembangan setelah penyidik KPK menetapkan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sebagai tersangka suap proyek infrastruktur dengan barang bukti uang Rp 1,8 miliar dari total proyek senilai Rp 59 miliar. Selain Saiful Ilah, KPK juga menetapkan 5 tersangka lain, terdiri dari 3 pejabat Pemkab Sidoarjo dan dua kontraktor.

Penyidik KPK membawa sejumlah dokumen usai penggeledahan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo dan Kantor PU Bina Marga dan SDA, Jumat (10/2/2020)

Penggeledahan dilakukan berbarengan dan masing-masing tempat yang digeledah, terdiri dari beberapa anggota penyidik. Untuk Pendopo, para penyidik langsung memasuki ruangan kerja Bupati Sidoarjo. Sedangkan tim yang menggeledah di PUBM SDA langsung masuk ke ruangan tersangka Sunarti Setyaningsih (Kepala Dinas) dan ada yang masuk ke ruangan Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum BMSDA, Judi Tetrahastoto. Sunarti dan Judi sudah jadi tersangka dan ditahan di Rutan KPK.
“Masuk ke dua ruangan mas. Ada yang ke ruangan Bu Naning, ada yang ke ruangan Pak Judi Tetra,” ucap sumber di Dinas PUBM SDA.

Penggeledahan di dua tempat tersebut juga mendapatkan pengawalan ketat dari Sat Sabhara Polresta Sidoarjo. Para pengawal membawa perlengkapan dengan menenteng senjata laras panjang. 

Baik di Pendopo Delta Wibawa maupun di Dinas PUBM SDA, tak sembarang orang yang boleh masuk. Hanya yang berkepentingan yang diperbolehkan masuk.

Informasi yang dihimpun wartawan ada dua ruangan pejabat berpengaruh di dinas terkait itu masih digeledah oleh penyidik KPK. Petugas yang di dalam ruangan memeriksa dokumen dan lainnya, yang diduga ada keterkaitan soal masalah pengadaan barang dan jasa maupun proyek.


Dua penyidik KPK, salah satunya Kompol Ayub Diponegoro Azhar sekeluar dari kantor Dinas PUBM SDA, tak bersedia komentar soal penggeledahan yang di kantor dinas tersebut. “Kita mau salat jumat. Kita jumatan dulu,” kata mantan Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo pada wartawan sembari bergegas menuju Masjid Agung Sidoarjo. (kho/ben)

Berbagi Info