Connect with us

Headline

Usai Dilaporkan ke Polres Trenggalek, Warga Dukung Penutupan Tambang Galian C di Ngentrong

Published

on

Lokasi tambang galian C yang diduga tanpa ijin dan menempati tanah aset desa di Desa Ngentrong, Kab. Trenggalek

POJOKJATIM.NET- Pertambangan galian C di Desa Ngentrong, Trenggalek, terus menuai polemik. Pasalnya, penambangan dilakukan di atas tanah aset desa. Bahkan, diduga penampangan yang dilakukan pengusaha bernama Suwito (55) itu tak berijin alias ilegal. Nah, setelah Kepala Desa Ngentrong Nurhadi Sofyan melaporkan pengusaha tambang itu Kepolisian Resort (Polres) Trenggalek, Senin (6/1/2020) lalu, kini dukungan masyarakat pun mengalir.

Bahkan, warga menghendaki agar penambangan galian C itu ditutup. Apalagi, kegiatan penambangan di lokasi Tanah Aset Desa  itu diperuntukkan sebagai  tempat pemakaman umum (TPU). Demikian diungkapkan sejumlah warga mulai RT.01 sampai RT.11 Dusun Jampi , Desa Ngentrong, yang ditemui PojokJatim.Net,  Rabu (8/1/2020). Mereka inilah yang terdampak langsung dari aktivitas penambangan. Sebab akibat penambangan itu mengakibatkan ruas jalan desa rusak dikarenakan sering dilalui armada pembawa hasil tambang.

Salah seorang warga menyebut mereka siap melakukan aksi tanda tangan untuk penutupan pertambangan galian C tersebut. “Kami warga sekitar lokasi berharap tidak hanya sebatas dilaporkan saja, akan tetapi kalau bisa pertambangan ini bisa ditutup,” ungkap warga yang tempat tinggalnya berada di sekitar lokasi tambang.

Sementara itu, Kepala Desa Ngentrong Nurhadi Sofyan menegaskan bahwa penambangan yang dilakukan pengusaha Suwito itu tanpa ijin. Pihaknya sudah melakukan upaya pelaporan ke Polres Trenggalek. “Saat ini kami masih menunggu perkembangan serta hasil kinerja kepolisian. Besar harapan kami pihak kepolisian akan bekerja secara maksimal, karena ulah Suwito ini telah merugikan Pemerintahan Desa Ngentrong,” papar Nurhadi saat dikonfirmasi Pojokjatim.Net, Rabu (8/1/2020).

Sayangnya, Suwito, pemilik usaha tambang galian C sulit dimintai konfirmasi terkait laporan yang dibuat kepala desa Ngentrong ke Polres Trenggalek. Sampai berita ini diunggah, pengusaha ini sulit dihubungi untuk diminta klarifikasi. Bahkan saat dikonfirmasi melalalui pesan elektronik WA, tidak ada jawaban. (gn) 

Berbagi Info
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *