Connect with us

Headline

Usai MeMiles, Kini Dugaan Penipuan Berkedok Koperasi Bikin Heboh, Korban Sudah Setor Rp 250 Miliar!

Published

on

POJOKJATIM.NET – Belum tuntas kasus investasi bodong Memiles Rp 761 miliar dan kasus dugaan penipuan properti syariah ratusan miliar, kini kasus serupa terungkap lagi. Kali ini kasus dugaan penipuan dialami ratusan nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tinara. Kerugian tak tanggung-tanggung, mencapai Rp 250 miliar. Kini para nasabah melaporkan pimpinan KSP Tinara, Linggawati, ke Polda Jatim.

Bukti nasabah setor dana ke Koperasi Tinara

Tak juga menemui titik terang pengembalian dan pemberian bunga, sepuluh dari 416 nasabah Koperasi SImpan Pinjam (KSP) Tinara mendatangi Kantor Kantor DPD KAI Jawa Timur, di Jalan Prambanan No 5 Pacarkeling, Surabaya. Kedatangan para nasabah tersebut, untuk mengadukan pasangan suami istri Budi Hartadi dan Linggawati, sebagai pemimpin KSP Tinara, diduga melakukan tindakan penipuan dan penggelapan. Bahkan, pasangan suami istri yang sering keliling dunia itu dikabarkan juga melakukan money laundry (pemcucian uang).

Ketua DPD KAI Jatim, Abdul Malik mengatakan kedatangan para nasabah KSP tinara ini untuk meminta tolong kepada LBH KAI DPD Jatim untuk menindak lanjuti tindakan kejahatan yang dilakukan Linggawati dan keluarganya. Setelah berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri, pihaknya akan mendampingi puluhan nasabah tersebut untuk melapor ke Polda Jawa Timur. “Ini sangat miris sekali, saya melihat Lawyer PT Tinara yang mempermainkan proses hukum. Saya pesan para lawyer PT TInara, janganlah merekayasa proses hukum, karena ini kerugian para korban mencapai RP 250 Miliyar,” kata Malik, Rabu (29/1/2020).

Para nasabah didampingi advokat Abdul Malik

Dikatakan Malik, jika para nasabah akan melaporkan Linggawati ke Polda Jatim tak hanya pasal penipuan dan penggelapan. Ia juga akan memasukan pasal pencucian uang. Untuk itu Malik berpesan kepada Kepolisian Daerah Jawa Timur, yang telah memiliki alat dan cara tersendiri untuk membuktikan pencucian uang tersebut. “Saya rasa Polda Jatim bisa, karena Memiles saja terbingkar Money Laundrynya. Untuk itu, saya minta agar polisi nantinya bisa mengungkap kasus ini. Kasian para nasabah, uangnya itu buat masa depan,” tambah Malik. 

Sementara itu, Vivi salah satu Nasabah KSP Tinara mengatakan jika selama dua tahun menjadi nasabah, ia sempat menerima bunga sejak pertama kali menabung. Namun, sejak September 2019 lalu, baik bunga dan tabungannya tidak bisa diambil dengan berbagai alasan. “Pas saya mau ambil, tidak bisa dengan alasan yang tidak jelas. Pernah kita ketempat bu Lingga untuk meminta kejelasan, tapi beliau mengatakan jika koperasi masih tahap auditlah, inilah, itulah, banyak nasabah yang mau menarik hingga tidak bisa mencairkan danalah. Pokoknya dijawab macam-macam dan disuruh sabar,” kata Vivi.

Tak hanya itu, Suami Linggawati, Budi Hartadi juga mengancam para nasabah jika melaporkan kasus tersebut ke polisi, ia tidak akan memberikan uang para nasabah tersebut. Namun, karena tak mendapat jawaban yang jelas, ia sepakan bersama nasabah lainnya meminta bantuan LBH dan melaporkan kejadiian tersebut kepolisi. “Pernah ada ancaman, kalau sampai laporan ke polisi uang kami tidak keluar. Makanya dari ratusan hanya sepuluh orang ini yang melaporkan. Kita sudah capek karena tidak ada kejelasan uang kami, jangankan bungga, saldo kami aja tidak bisa diambil,” cetus Vivi. (jp)

Berbagi Info