Connect with us

Metropolis

Viral!! Pasutri dan Balita Diduga Diusir Polisi Saat Berteduh di Pos Pam Natal dan Tahun Baru

Published

on

Foto istri Kojin Tok yang viral di group media sosial Facebook.
Pojokjatim.net, Surabaya – Beredar postingan viral di group facebook warga Jember, pasangan suami istri dan anaknya yang masih Balita, diduga diusir anggota polisi di Pos Pam (pengamanan) Natal dan Tahun Baru di depan BG Juntion Surabaya, Sabtu (21/12/2019). Dalam postingannya, akun facebook yang bernama Kojin Tok tersebut, menyatakan kalau dirinya dalam perjalanan bersama istri dan anaknya. Ketika didepan BG Juntion, lantaran turun hujan,  pasutri ini berteduh di pos pam yang berada didepan BG Juntion. Oleh petugas, pasutri tersebut dipersilahkan masuk untuk berteduh.
“Numpang tanya lor, tadi saya di perjalanan kena hujan, sedangkan anak saya masih kecil, tpi di pos penjagaan sini (Deoan BG Junction) ada Polisi, saya disuruh masuk karna ada anak saya yang masih kecil,” terang Kojin Tok dalam postingannya.
Dalam postingannya lebih lanjut, usai mempersilahkan dirinya berteduh, petugas yang menyuruhnya tersebut pergi. Namun setelah agak lama ada anggota Polisi lainnya datang dengan mobil patroli dan mengusirnya pergi.
“terus Polisi itu pergi, setelah agak lama, ada Polisi ini datang bawa mobil patroli. Dan saya langsung diusir suruh pergi dalam keadaan hujan, anak saya masih kecil. apakah itu pantas kah seorng polisi kayak gitu. Kata nya mengayomi dan melindungi masyarakat. Posisi, d depan BG junctian. Bubutan Surabaya,” pungkasnya dalam postingannya.
Postingan yang disebar ke group warga Jember sekitar pukul 20.52 WIB tersebut, mendapat beberapa tanggapan negatif dari warga Net. Salah satunya akun milik  Purwanto mengatakan menyayangkan tindakan oknum yang semena-mena.  “Tempat nya masih luwas dan lebar kenapa di usir.. itu cuma alasan.. ingat polisi itu apapun yg di gunakan sampai gaji, yg bayar itu masyarakat.. seharusnya menjadi pelindung apa lagi ada anak kecil,” tulisnya dalam komentar.
Tak hanya itu, salah satu akun bermama Rohman Ayep menanyakan kronologi pengusiran yang dilakukan polisi. “Kojin Tok, emang sampean diusirnya bagaimana mas? Disuruh keluar dulu gitu atau d suruh pergi begitu aja,” tulisnya dalam kolom komentar. Kojen Tok menjawab, jika dirinya langsung di usir bukan di suruh mencari tempat yang bocor. “Yang langsung disuruh pergi, ini bukan tempat berteduh ini pos penjagaan,”jawab Konjen Tok melalui tulisan komentarnya. 
Menanggapi hal itu, salah satu akun facebook yang mengatasnamakan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengklarifikasi terkait postingan viral tersebut melalui group Info Lalu Lintas dan Kriminal Surabaya yang berisi “Mohon maaf berikut klarifikasi postingan ini…kejadian yang sebenarnya adalah: Memang benar ada 2 anggota yang datang ke pos tersebut, keduanya adalah Aipda SN dan Brigadir HK. Keduanya bertujuan memperbaiki atap yang bocor, bukan mengusir, coba rekan rekan lihat di foto, kedua Polisi tersebut lihat ke atap yang bocor….terima kasih wassalam,” ungkapnya dalam klarifikasinya.
Kendati demikian, banyak warga net yang belum terima terkait perlakuan oknum tersebut. Tindakan yang semena-mena dari petugas yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat malah menyakiti hari masyarakat. (Jem)

Berbagi Info